SUARA BAPTIS PAPUA

Dukung Aksi Perdamaian Atas Kekerasan di Papua Barat.
Jika Anda Peduli atas kemanusiaan Kaum tertindas di Papua barat Mohon Suport di sini:

Please donate to the Free West Papua Campaign U.K.
Kontribusi anda akan kami melihat ada perubahan terhadap cita-cita rakyat papua barat demi kebebasan dan kemerdekaannya.
Peace ( by Voice of Baptist Papua)

Home » » PAPUA NASIBMU HITAM SEKELAM WARNA KULITMU

PAPUA NASIBMU HITAM SEKELAM WARNA KULITMU

Written By Voice Of Baptist Papua on November 5, 2008 | 7:05 PM

Papua Times,
Kamis, 30 Oktober 2008
Jayapura ‘PAPuA TIMES -Berbicara soal tanah Papua seperti tidak ada abisnya . Menginteraksi pandangan pfof . Dr.Jumly Ashidiq’ SH soal papua ; ketua umum pusat Persekutuan Gereja – gereja Baptis papua, Dumma Socratez sofyan yoman angkat suara . Menurutnya sebagai seorang ahli ,prof. Dr. jumly Ashdiq ternyata belum memahami secara benar-benar dan utuh masalah udang-udang Negara republik Indonesia ,bahkan penaftiran hukumnya parsial . Mengapa? Karna jimly mengatakan ‘dalam konstitusi Negara republic Indonesia , tidak ada lagi mengenal istilah referendum. Tetapi , dalam pembukaan mukadimah Undang-undang dasar 1945 dengan tegas dan jelas mengatakan bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa oleh karma itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karma tidak sesuai dengan perikeadilan dan perikemanusian ;Jadi disini ada ruan yang sangat memandai bagi rakyat dan bangsa papua memeliki hak untuk menentukan nasib sediri (referendum).

UUD1945 telah membeberikan tempat bagi rakyat dan bangsa papua maka pendudukan dan penjajahan Indonesia diatas bangsa papua barat harus diapuskan karna tidak sesuai dengan perikeadilan dan perikemanusiaan.

Sementara itu terkait penyataan yuru bicara kepresidenan Dinopati Djalal mengatakan tidak ada Negara dukung separatis papua’ dan orang-orang melihat papua dari tahun 1990-an;pada kenyataannya papua telah diberikan Otonomi kutu,papua TIMES edisi rabu 28/10).

Menurut Sofyan yoman penyataan saudara Dino patti Djalal sangat keluru dan naïf mebandingkan comparasi) papua tahun 1990-AN Ndan dalam era otsus sejak 2001.’’Saudara Dino harus tinggal di kampong-kampung papua selama satu bulan dan membuatb kesimbulan yang tempat. Jangan semuliakan otus dari jauh ,tetapi introspksi dari baik-baik dan membuat statmen’,’ tegas socratez yoman.

Otsus itu kata Sofyan Yoman membawa malabe taka karena udang-udangnya diberikan tetapi semua kewenangannya ditahan dijakarta .Sesuasi era otonomi khutus lebih buruk dan masa depan orang asli papua terancam dan sangat memprihatinkan.

Indonesia;kata Socratez memang gagal mengurus dan membangun orang Melanesia di papua barat karena selama ini menyelesaikan masalah pedekatan keamanan dan hokum yang merendakan martabat da kehormatan orang asli papua maka solusi masalah papua yang paling efektif ialah dialog politik yang jujur dan damai antara Indonesi dan bangsa papua barat tanpa syarat.Karena,sejarah PEPERA 1969 dalam mata orang asli Papua adalah catat hukum dan belum final maka harus diluruskan. (Yesaya).
Share this article :

1 comment:

  1. THANKS KAKAK MANIS
    http://kkampjogya.multiply.com/journal

    http://www.blogger.com/profile/13827850720479857288

    ReplyDelete

Your Comment Here

Recent Posts

Twitt VBPapua

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SBP-News @VBaptistPapua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger