SUARA BAPTIS PAPUA

Dukung Aksi Perdamaian Atas Kekerasan di Papua Barat.
Jika Anda Peduli atas kemanusiaan Kaum tertindas di Papua barat Mohon Suport di sini:

Please donate to the Free West Papua Campaign U.K.
Kontribusi anda akan kami melihat ada perubahan terhadap cita-cita rakyat papua barat demi kebebasan dan kemerdekaannya.
Peace ( by Voice of Baptist Papua)

Home » »

Written By Voice Of Baptist Papua on August 23, 2008 | 12:19 AM





Gereja-gereja Baptis sedang kebingungan dengan tata ibadahnya. Penilaian ini diungkapkan utusan Injil Baptis Korea Selatan Pdt. Ha Ho Sung di GBI Anugerah Yogyakarta Minggu sore 24 Februari 2008 lalu. Ketika itu, Pdt. Ha tengah memimpin tim penari Korea Selatan yang mengisi acara dalam kebaktian sore yang diikuti anggota beberapa gereja Baptis lain di Yogyakarta.

"Sekarang banyak orang Baptis mempopulerkan tata ibadah dari gereja Pentakosta. Mulai pakai band, lagu-lagu pendek, dan mulai meninggalkan atau menjauhi lagu-lagu dari Buku Merah (lagu-lagu hymn dari Nyanyian Pujian, red.) itu. Tetapi apa yang terjadi di gereja lain? Gereja Pentakosta, gereja Karismatik, mulai banyak memakai lagu dari Buku Merah. Mereka mengambil, kita membuang," tandas Pdt. Ha yang diikuti tawa hadirin.

Bukan hanya tata ibadah, menurut pria yang sudah 19 tahun menetap di Indonesia ini, buku-buku yang dulu digunakan di seminari dan sekolah-sekolah Alkitab Baptis (SAB) pun ditinggalkan. Padahal gereja-gereja besar lain memakai bahan-bahan tersebut.

"Ada teman-teman saya yang bertanya, 'Pdt. Ha, katanya ada buku-buku SAB? Kami mau beli.' Saya kaget, itu buku ketinggalan zaman. Tetapi mereka bilang, 'Itu buku yang bagus sekali, kami mau pakai.' Pendeta-pendeta (geeja) lain sekarang mau belajar metode-metode yang ditinggalkan gereja-gereja Baptis. Kita sendiri bingung, mau ke sini, mau ke sana, lalu akhirnya pingsan," sambungnya yang lagi-lagi disambut gelak jemaat.

Pdt. Ha menilai, gereja Baptis semakin merosot karena tidak bangga akan apa yang diwarisinya.

"Gereja Baptis memiliki bahan-bahan yang bagus luar biasa, tetapi kita sendiri kurang menghargai," ucapnya dengan nada prihatin. Meski garis-garis di bawah matanya menunjukkan kelelahan, namun Pdt. Ha Ho Sung tetap bersuara lantang cenderung cepat. Pria dari Korea Selatan ini memang selalu tampil penuh semangat di mana saja.

Bukan rahasia lagi, banyak gereja Baptis tengah bermasalah dengan tata ibadah. Meski demikian, belum banyak diadakan pembahasan dan pembinaan tata ibadah secara memadai. Menurut Pdt. Ha, ibadah bukan dimulai di tempat kebaktian tetapi dimulai ketika seseorang keluar dari rumah menuju gereja. Selain itu, ibadah memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh supaya bisa menghasilkan hal yang terbaik.

"Ada yang berkata, ibadah harus diam, harus suci, karena mereka merayakan kematian Yesus Kristus. Tetapi ada definisi yang lain, ibadah harus ramai karena merayakan kebangkitan Yesus Kristus. Saudara pilih yang mana? Merayakan kematian atau kebangkitan? Kita merayakan dua-duanya. Yang penting ada kesungguhan dalam beribadah," kata Pdt. Ha.

Ia menyebutkan, dalam ibadah jemaat harus bertemu dengan Tuhan Yesus, ketika menyanyi, mendengarkan khotbah, memberi persembahan, lalu pulang.

Namun tata ibadah perlu kreatif, dengan acara yang luwes dan penggunaan lagu-lagu ibadah yang bervariasi. Bila hal ini dilakukan, bahkan orang-orang yang belum percaya pun tetap akan merasa nyaman mengikuti ibadah Kristen. Hal ini dilakukan di gereja yang dirintis Pdt. Ha dan rekan-rekannya, GBI Getsemani Cabang Jemaat Hidup Baru (JHB) Salatiga. Sejak tahun lalu, gereja ini menggunakan acara-acara kreatif dalam beribadah dan mengabarkan Injil. Mereka bahkan sempat mengundang sekitar 200 orang melalui pentas seni. Kini, sebagian dari mereka setia mengikuti kebaktian.

"Apakah Saudara mau bertemu Tuhan dalam ibadah? Pertama, Saudara harus mempersiapkan diri dengan hati yang sungguh-sungguh. Kemudian, pakailah metode-metode yang kreatif supaya ibadah kita menghasilkan hal yang luar biasa, kita mendatangkan banyak jiwa baru," dorongnya.

Tarian Korea

Bersama Pdt. Ha, 15 wanita anggota tim tari Chan Mi (Puji-pujian) Korea datang membawakan tari-tarian yang apik. Sepanjang acara, jemaat terpesona melihat kelincahan tarian dan kostum tradisional Korea warna-warni yang dipimpin Choi Shin Jung, isteri Gembala Sidang Gereja Baptis Pertama Seoul. Semua itu membuat suasana ibadah menjadi segar.

Hampir semua tarian dibawakan dengan gerakan lincah. Mereka juga harus bergantian berganti kostum secara cepat di belakang panggung. Mengingat perjalanan jauh singkatnya waktu berlatih, ketahanan badan Tim Chan Mi membawakan tari-tarian penuh energi itu mengagumkan.

Sayangnya, ruangan GBI Anugerah yang sempit tidak mampu mendukung karakter tarian yang dinamis. Bahkan tari pita yang dibawakan seorang anggota Chan Mi tak dapat diselesaikan dengan mulus lantaran lambaian pita tersangkut kaki kursi dan anak tangga panggung. Rombongan ini memulai pelayanan dalam Jam Doa GBI Karangayu Semarang. Beritkutnya, Jumat 15 Februari 2008 mereka mengisi acara Valentine Day kaum muda Rayon Salatiga yang diikuti 60 orang. Sabtu besoknya, mereka mengisi pentas seni di GBI Getsemani Cabang JHB.

Acara pentas seni ini menjadi jembatan yang mendekatkan gereja dengan masyarakat sekitarnya. Sadar bahwa orang-orang yang belum percaya tidak akan tertarik masuk gereja, Pdt. Ha dan tim membuat acara pentas seni di tempat netral, seperti restoran atau hotel. Sudah empat tahun, Pdt. Ha merintis gereja di Salatiga dengan visi, menjadi gereja terbaik dan terbesar di kota itu. Untuk sementara, gereja baru ini menginduk ke GBI Getsemani Jakarta.

"Gereja kami sekarang memakai sistem jembatan, langsung dari gereja dan diadakan di gereja untuk orang baru. Kemarin yang hadir termasuk panitia dan tamu ada 250 orang. Yang 200 tamu undangan, dan mungkin 100 orang dari mereka bukan Kristen," ungkap Pdt. Ha.

Inspirasi untuk gereja-gereja Baptis lainnya.

SB/pris

Share this article :

0 Komentar Anda:

Post a Comment

Your Comment Here

Recent Posts

Twitt VBPapua

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SBP-News @VBaptistPapua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger