SUARA BAPTIS PAPUA

Dukung Aksi Perdamaian Atas Kekerasan di Papua Barat.
Jika Anda Peduli atas kemanusiaan Kaum tertindas di Papua barat Mohon Suport di sini:

Please donate to the Free West Papua Campaign U.K.
Kontribusi anda akan kami melihat ada perubahan terhadap cita-cita rakyat papua barat demi kebebasan dan kemerdekaannya.
Peace ( by Voice of Baptist Papua)

Home » » Please support the International community protection and protect the church leaders and the people of Papua

Please support the International community protection and protect the church leaders and the people of Papua

Written By Voice Of Baptist Papua on March 30, 2010 | 5:18 PM

Aftermath of the conflict event on March 19, 2010 Baptist STT Jayapura, the motion of Socratez Sofyan Yoman (Chairman of the Board of Servants alliance Central Baptist Churches of Papua) continue to be monitored by the Indonesian Intelligence Service in cooperation with several Baptist churches of Papua to the present. The characters of the Papua Baptist church among the : Pdt.Perinus Kogoya, Dip.Th (Chairman of the Synod of the Baptist version of government support through Dep.Agama RI) Pdt. Newton Mokay, S, Th (Lecturer STT Baptist), Umast Tabuni, M. Th, (Lecturer STT Baptist) Meson Yigibalom, MA, (Lecturer STT Baptist), Berpus Tabuni (Indonesian Bible Teacher in Tiom, is currently studying at STT Baptist Jayapura) Yikwa Titus, S. Th, (Baptist Church Pastor Kotaraja BTN), Isak Wenda (Member Polrest Jayapura City Police), Adolf Kogoya (Member MRP), Mandin Weya, (Lecturer STT Baptist), Yupiur kiwa, S . Th (Baptist Church Pastor Mount Ifar Sentani), Major Martin Kogoya CHK, SH, MM (TNI active members), genius Virginia (Baptist Church Pastor Dawir Entrop) etc.. Where they continue to do terror, intimidation, and do plan to assassinate the Socratez Sofyan Yoman (Leader Baptist Church in Tanah Papua is also one who always voiced a prophetic voice when he pressed his people, was murdered. Terrorized, intimidated by the TNI / Police, Intelligence.

On March 29, 2010 Perinus Kogoya, CS combined with the officers of the Police Brimop Jayapura and 3 down with force police truck, patrol car to 1 tools racial sharp home Kogoya Andreas (Secretary General Fellowship Baptist Churches of Papua) and at home William Bill Kogoya (Chairman of the Papuan Baptist Foundation Services). Then they also Searching Servants Agency official Office Canter Fellowship Baptist Churches of Papua. It did not find sharp instruments, a bow and arrows, machetes and many others. Police also entered the Baptist College of Papua but did not do racial as stated earlier that they were all home searching did not do anything racial.

Andreas Kogoya (Secretary General Fellowship Baptist Churches of Papua) told the security that fathers security forces do not favour one side only, because the conduct occurred which caused the conflict to date is 19/maret past conflicts generated by the group Perinus Kogoya, cs and then we bought the party, so if you come this morning with the Perinus Kogoya, cs So we suspect there is actually among the father cooperation.

General Secretary of the Central Board of Servants Fellowship Baptist Churches of Papua (Andreas Kogoya) believe that the arrival of forces and Cs Kogoya Perinus intend to do terror, intimidation and taking sharp instruments which actually means it is a garden tool, farm. Meanwhile it Perinus Cs and their security forces to see that the President Baptist Papua Family is back from the refugee camps and joined the Church Hill Wachno, So they think that Reverend Sofyan Yoman Socratez will return to the STT Baptists to live there? In this decision in accordance with that before there was agreement from both sides should not be any actual living in compounds STT in Kotaraja Papua Baptist. However, when CS Perinus into Papua Baptist STT in Kotaraja (28.03) it means they want to create new conflicts and at the same time violates the provisions agreed upon. Then they are at the STT started saying, "Mr. Sofyan Yoman Socratez cs must leave STT Baptist. deadline given two days time. So we asked Perinus Kogoya, Meson Yigibalom, Newton Mokai, Umast Tabuni, Mandin Weya, Titus Yikwa, Berpus Tabuni, etc.What their agenda is fighting for whom? If the agenda of the church is not a solution by force, but should by the way of peace, dialogue, face to face, looking root of the problem and solve the problem. But then they ride with officers in the conduct of all activities, the Lord's people suspect that there was a hidden agenda which was championed by the group Perinus Kogoya, Cs.

Thus, the General Secretary of the Central Board of Servants Fellowship Baptist Churches of Papua, calling for:

1. World Council of Churches, Baptist World Alliance, Churches in Indonesia, churches and the whole world Friends Church in Papua who are following all the developments in Papua Baptist Church, we beg you to cry no government intervention & security forces in the church, because it blaming church principles. Where the church is independent and autonomous. Leaders of the church was intimidation, terror, How ordinary people will let alone can conclusions that Papua had been in discomfort zone leader's life and the people of Papua;

2. Institutions International NGOs concentration of Papua, we ask to perform monitoring and advise the government not to act repressive and press right to life of the church leaders, the rights of people living on the land and their country.


MOHON DUKUNGAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT INTERNASIONAL DAN MELINDUNGI PARA PEMIMPIN GEREJA DAN MASYARAKAT PAPUA

Mar 30, 2010, 19:19 Setelah peristiwa konflik pada 19 Maret 2010 STT Baptis Jayapura, Dumma Socratez Sofyan Yoman Ketua Umum Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja – Gereja Baptis Papua (BPP-PGBP) terus dipantau oleh Dinas Intelijen Indonesia bekerja sama dengan beberapa Oknum Umat Baptis Papua saat ini. dari anggota gereja Baptis Papua yang bekerja sama antara lain : Pdt.Perinus Kogoya, Dip.Th (Ketua Sinode versi baptis dukungan pemerintah melalui Dep.Agama RI) Pdt. Newton Mokay, S, Th (Dosen STT Baptis), Umast Tabuni, M. Th, (Dosen STT Baptis) Meson Yigibalom, MA, (Dosen STT Baptis), Berpus Tabuni (Alkitab Indonesia Guru di Tiom, saat ini sedang belajar di STT Baptis Jayapura) Yikwa Titus, S. Th, (Pendeta Gereja Baptis Kotaraja BTN), Isak Wenda (Polrest Anggota Kepolisian Kota Jayapura), Adolf Kogoya (Anggota MRP), Mandin Weya, (Dosen STT Baptis), Yupiur kiwa, S. Th (Pendeta Gereja Baptis Ifar Gunung Sentani), Mayor CHK Martin Kogoya, SH, MM (anggota TNI aktif), jenius Virginia (Pendeta Gereja Baptis Dawir Entrop), dll. Di mana mereka terus melakukan teror, intimidasi, dan melakukan rencana untuk membunuh Socratez Sofyan Yoman (Pemimpin Gereja Baptis di Tanah Papua juga merupakan salah satu tokoh papua yang selalu menyuarakan suara kenabian ketika menekan rakyatnya, dibunuh diteror,. Diintimidasi oleh TNI / Polisi, Intelijen.

Pada 29 Maret 2010 Perinus Kogoya, CS dibackup dengan petugas Kepolisian Brimop papua dan 3 truk polisi turun dengan kekuatan, mobil patroli untuk 1 alat rasia alat tajam di rumah Andreas Kogoya, S.Th. (Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua) dan di rumah William Bill Kogoya (Ketua Yayasan Layanan Baptis Papua). Kemudian mereka juga Pencarian Pegawai Kantor Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua. Ini mereka tidak menemukan alat tajam, busur dan anak panah, parang dan lain sebagainya. Polisi juga memasuki Kantor Baptis Papua tetapi tidak melakukan Rasia seperti yang dinyatakan sebelumnya bahwa mereka semua mencari rumah tidak menemukan apa pun alat tajam.

Andreas Kogoya (Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua) kepada pasukan keamanan yang Bapak keamanan (POLISI) agar tidak mendukung satu sisi saja, karena yang menyebabkan terjadi konflik sampai saat ini adalah konflik masa lalu 19/maret pemicunya oleh kelompok Perinus Kogoya, dkk dan makakami hanya melakuan reaksi atas aksi serangan mereka, jadi jika Anda datang pagi ini dengan Perinus Kogoya, S.Th. berartii kita curiga sebenarnya ada kerjasama antara Keamanan (Polisi).

Sekretaris Jenderal Badan Pelayan Pusat Pesekutuan Gereja-gereja Baptis Papua (Andreas Kogoya, S.Th) percaya bahwa kedatangan pasukan dan Cs Perinus Kogoya Dkk berniat untuk melakukan teror, intimidasi terhadap pimpinan PGBP dan intruksi mengambil alat tajam, padahal yang sebenarnya adalah alat kebun, peternakan. Sementara itu Perinus Cs dan pasukan keamanan mereka untuk melihat bahwa Presiden Pembaptis Papua Keluarga sudah kembali dari pengungsian dan bergabung dengan Gereja Wachno, Jadi mereka berpikir bahwa Pendeta Socratez Sofyan Yoman akan kembali ke STT Baptis tinggal di sana?

Dalam keputusan ini sesuai dengan sebelumnya ada persetujuan dari kedua belah pihak bahwa tidak boleh ada hidup/datang dalam komplex STT Baptis di Kotaraja Papua. Namun, ketika Perinus kogoya ke STT baptis Kotaraja jayapura (28/03) itu berarti mereka ingin menciptakan konflik baru dan padahal saat sama saja melanggar ketentuan yang telah disepakati. Lalu mereka berada di STT mulai berkata, "Pak Sofyan Socratez Yoman cs harus meninggalkan STT Pembaptis diberi batas tanggat waktu dua hari.. Jadi kita bertanya Perinus Kogoya, Meson Yigibalom, Newton Mokai, Umast Tabuni, Mandin Weya, Titus Yikwa, Berpus Tabuni , dkk. Apa agenda yang mereka berjuang? untuk siapa? Jadi kami dari gereja bukan memcari solusi dengan paksa, tetapi harus dengan cara damai, dialog, tatap muka, mencari akar masalah dan memecahkan masalah, Tapi kemudian. mereka naik dengan petugas dalam pelaksanaan semua kegiatan, hamba – hamba Tuhan kami menduga bahwa ada agenda tersembunyi yang diperjuangkan oleh kelompok Perinus Kogoya, Cs dari ini..
Dengan demikian, Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Pegawai Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua, menyerukan:

1. Dewan Gereja-gereja, Baptist Alliance Dunia, Gereja-gereja di Indonesia, gereja-gereja dan seluruh dunia, mitra Gereja – gereja di Papua yang mengikuti semua perkembangan di Papua Gereja Baptis, kami mohon Anda untuk mendoakan dan perhatian intervensi pemerintah & aparat keamanan di gereja, karena ini melangar prinsip gereja. Di mana gereja adalah independen dan otonom. Para pemimpin gereja intimidasi, teror, Bagaimana apalagi orang-orang biasa, kesimpulan bahwa Papua telah berada di zona ketidaknyamanan kehidupan pemimpin Gereja dan masyarakat Papua;

2. Lembaga Internasional konsentrasi LSM Papua, kami minta untuk melakukan monitoring dan menyarankan pemerintah untuk tidak bertindak represif dan tekanan untuk kehidupan para pemimpin gereja, hak-hak orang yang hidup di tanah Papua

SEKRETARIS UMUM

BADAN PELAYAN PUSAT PERSEKUAN GEREJA-GEREJA BAPTIS PAPUA

ANDAREAS KOGOYA

Share this article :

0 Komentar Anda:

Post a Comment

Your Comment Here

Recent Posts

Twitt VBPapua

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SBP-News @VBaptistPapua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger