JUBI: Menurut pernyataan polisi, otopsi tubuh wartawan Papua Barat Matra'is Ardiansyah mengungkapkan bahwa dia terkena beberapa pukulan sebelum jatuh ke dalam air dan tenggelam di Sungai Maro, Merauke.
Polisi reklame Untung Yoga mengatakan kepada wartawan bahwa beberapa giginya hilang dan ada pembengkakan di beberapa bagian tubuhnya, semua yang kemungkinan besar telah hasil nya telah dipukul dengan menerapkan tumpul.
Namun, polisi mengatakan, sebelum menyimpulkan korban telah dibunuh, penyelidikan lebih lanjut akan mengambil tempat di laboratorium forensik di Makassar. SOURCE
Hasil otopsi mengkonfirmasi apa yang anggota keluarganya mengatakan, yaitu bahwa ada hal-hal yang tak dapat dijelaskan tentang tubuhnya ketika diangkat dari sungai, dalam tanda tertentu di lehernya yang menandakan bahwa ia telah disiksa dan bengkak di beberapa bagian tubuh.
Investigasi oleh organisasi wartawan, AJI, menyimpulkan bahwa dia meninggalkan rumah sekitar pukul 13,00 pada hari ia dilaporkan hilang. Dia rupanya bertemu seseorang dan mungkin menghabiskan sekitar tiga jam dengan orang itu, tetapi ia tidak pernah kembali ke rumah setelah itu.
Mobilnya ditemukan dekat lokasi kejadian dan tidak ada tanda yang telah rusak sekitar pukul 16.00. Tapi beberapa supir truk yang pergi bolak-balik melintasi jembatan (di atas sungai) mengatakan mereka melihat kendaraan itu pukul 16.00, yang kemudian dihapus pada sekitar 18,00 tapi dibawa kembali ke tempat asli di mana ia ditemukan
Juru bicara Aliansi Jurnalis AJI, Victor Mambor, mengatakan bahwa polisi harus segera menyelidiki siapa yang dibunuh Ardiansyah, menambahkan: "Hal ini sangat mungkin bahwa pembunuhan terhubung dengan situasi teror bagi wartawan yang terjadi pada saat kematian Ardiansyah's, yang ditujukan untuk menciptakan situasi tegang di Merauke. "
0 Komentar Anda:
Post a Comment
Your Comment Here