SUARA BAPTIS PAPUA

Dukung Aksi Perdamaian Atas Kekerasan di Papua Barat.
Jika Anda Peduli atas kemanusiaan Kaum tertindas di Papua barat Mohon Suport di sini:

Please donate to the Free West Papua Campaign U.K.
Kontribusi anda akan kami melihat ada perubahan terhadap cita-cita rakyat papua barat demi kebebasan dan kemerdekaannya.
Peace ( by Voice of Baptist Papua)

Home » , , , , » DPRP: Jangan Lagi Ada Pertumpahan Darah

DPRP: Jangan Lagi Ada Pertumpahan Darah

Written By Voice Of Baptist Papua on June 27, 2012 | 5:00 PM

Kabid  Humas Polda:  Kibarkan  Bintang Kejora Ditindak Tegas
Pulau Papua

JAYAPURA— Konflik  yang  terjadi  di Tanah Papua sedapat mungkin  segera  diakhiri   dan  jangan  lagi ada pertumpahan   darah  rakyat sipil di Papua,  khususnya  pada    Hari TPN/OPM yang diperingati  setiap  tanggal 1 Juli. Pasalnya, 1 Juli tersebut memiliki  potensi konflik  akibat   pengibaran bendera Bintang Kejora. Apalagi  pada saat  yang sama juga diperingati  Hari  Bhayangkara ke-66 Tahun 2012.

“Nyawa  seorang  rakyat  Papua akan mempengaruhi  opini masyarakat  internasional,” ujar   Wakil Ketua DPRP Yunus  Wonda, SH ketika dikonfirmasi Bintang  Papua diruang kerjanya, Selasa (26/6). 

Politisi Partai  Demokrat  ini menjelaskan,  peringatan  Hari  TPN/OPM  pada  setiap tanggal 1 Juli  itu tak akan pernah  terjadi  konflik  sebagaimana diisukan  pihak- pihak yang   tak  bertanggungjawab  yang  cenderung   menginginkan  agar  Papua  tak  aman,  serta  terus menerus bergolak.

Buktinya,  pada  1  Juli  tahun sebelumnya ternyata  aman dan  damai  tanpa   gejolak. Rakyat  Papua  tak perlu  cemas dan khawatir.

“Jadi  sebaiknya  tak  perlu melakukan  hal hal  yang inkonstitusional.   Ikuti  saja  aturan yang ada. Dan lakukan  apapun bentuknya kegiatan- kegiatan  itu sesuai aturan  yang ada. Jangan menyimpang dari aturan,” katanya.

Karenanya, kata dia,  pihaknya menghimbau agar masyarakat tak perlu mengibarkan   bendera Bintang Kejora. Pasalnya,  bendera  Bintang Kejora adalah simbol  adat  masyarakat di Papua Barat yang mempunyai makna sakral.  “Jangan  mempermainkan  Bintang  Kejora seperti anak anak  bermain  layang  layang. Tapi ia  mesti dihormati dan dihargai,” tegas dia.

Namun, imbuhnya,  apabila  pada  saat itu dari pihak pihak  yang mengibarkan  bendera Bintang Kejora tertangkap, maka tak perlu  dilakukan  tindakan kekerasan  seperti  tembak  di tempat. Tapi  seyogyanyalah diberi  tindakan persuasif  agar  yang  bersangkutan  tak melakukannya  di saat mendatang.

“Walaupun  ada  perbedaan  ideologi, tapi kita semua adalah  warga negara Indonesia  yang   harus  mendapat  perlindungan   baik  dari aparat maupun pemerintah,” tukasnya.   

Di tempat terpisah,  Kabid  Humas Polda Papua  AKBP Drs Johannes Nugroho  Wicaksono menegaskan, apabila  ada  pihak   yang  mengibarkan bendera  Bintang Kejora   selama  tiga  hari  berturut   turut  di seluruh  Tanah Papua pada  saat  Hari  TPN/OPM 1 Juli  2012  mendatang,  pihaknya  akan menindak- tegas  pelakunya  sesuai  aturan hukum yang  berlaku  demi keutuhan  negara  dan bangsa Indonesia.

Sebaliknya,  tutur  dia, apabila   Polri menindak  masyarakat  sesuai  aturan hukum, maka Polri juga  harus konsekwen  bertindak sesuai aturan.   

Lanjutnya,   pihaknya  menghimbau  agar  masyarakat   bersikap  arief dan bijaksana. Kalau mengibarkan bendera bukan salah satu negara kemudian dikibarkan  untuk  menghormati  hal hal yang  diluar ketentuan UU. Pasalnya,  sesuai  UU  yang  berlaku   dan sah di NKRI  adalah  bendera  merah  putih.      

“Polri  tetap bersama masyarakat dan  senantiasa mengamankan masyarakat. Masyarakat  tak perlu  khawatir  dan tak perlu ragu- ragu akan keamanan  karena  kita selalu ada untuk masyarakat,” tukasnya.

Karena  itu,  katanya,  masyarakatpun  dihimbau  dapat  meminimalisir kecemasan dan  ketakutan  dengan mengaktifkan  kembali Pos  Kamling,  baik untuk menjaga lingkungan, menjaga dirinya  sendiri maupun menjaga rumah  serta  tempat tinggalnya masing masing.  (mdc/don)


Share this article :

0 Komentar Anda:

Post a Comment

Your Comment Here

Twitt VBPapua

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SBP-News @VBaptistPapua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger