SUARA BAPTIS PAPUA

Dukung Aksi Perdamaian Atas Kekerasan di Papua Barat.
Jika Anda Peduli atas kemanusiaan Kaum tertindas di Papua barat Mohon Suport di sini:

Please donate to the Free West Papua Campaign U.K.
Kontribusi anda akan kami melihat ada perubahan terhadap cita-cita rakyat papua barat demi kebebasan dan kemerdekaannya.
Peace ( by Voice of Baptist Papua)

Apa Solusi Atas Konflik Papua?

Scoop Voice Baptist

About Me

My Photo
Papua, Papua barat/Indonesia, Indonesia
Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua tidak akan pernah memilih diam ketika umat ditintas dan akan terus bersuara sampai keadilan benar-benar terjadi di tanah papua

Voice of Baptist Papua

Asian Human Rights Commission

Welcome to Suara Baptis Papua Online

SB - PAPUA-News

© Copyright 2011 suara baptis papua. Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label Campanye. Show all posts
Showing posts with label Campanye. Show all posts

Toko Kosmetika Ini Kampanyekan Kemerdekaan Papua

Written By Voice Of Baptist Papua on August 23, 2012 | 6:14 PM

Saat ini, toko kosmetik Lush sudah mencapai 600 Toko  dan tersebar di 43 negara. Lush memproduksi dan menjual berbagai produk kerajinan, termasuk sabun, shower gel, shampoo dan kondisioner rambut, lotion tubuh, dan beragam produk kosmetika lainnya.


PERTH -- Jaringan toko kosmetik, Lush di Mal Garden City, Perth, Australia mengkampanyekan kemerdekaan Papua Barat.

Di depan toko kosmetik Lush secara terang-terangan dipajang bendera Bintang Kejora. Di atas bendera itu terpampang tulisan "Free West Papua".

Lush adalah sebuah perusahaan kosmetik yang berkantor pusat di Poole, Dorset di Inggris.
Jaringan toko kosmetika itu pertama kali dibuka pada 1994 oleh suami dan istri Mark dan Mo Konstantinus di Poole di bawah nama Kosmetik House Limited. 

Saat ini, toko kosmetik Lush sudah mencapai 600 dan tersebar di 43 negara. Lush memproduksi dan menjual berbagai produk kerajinan, termasuk sabun, shower gel, shampoo dan kondisioner rambut, lotion tubuh, dan beragam produk kosmetika lainnya.

Di Indonesia pun toko kosmetika Lush membuka cabang di Jakarta. Salah satunya terdapat di Plaza Senayan, Jakarta.

Campaign sheds light on West Papuans' plight

COLIN SMITH/Fairfax NZ
A campaign to help the native people of West Papua has been launched in Nelson. 

Lush Cosmetics is this week inviting people to learn more about the Free West Papua campaign and support it through a petition and sale of one of their fragrances, the Smell of Freedom. 

West Papua forms the western half of New Guinea and has been a province of Indonesia since the 1960s. 

Store manager Kirsty Keen yesterday wore tape across her mouth, signalling the oppression and silence of those in West Papua. 

Lush worker Tim Guthrey said the campaign was about getting people to realise the plight of West Papuans. 

Human rights groups estimate that under Indonesian rule about 100,000 people have died in ongoing conflicts, which have been described as "slow-motion genocide", he said. 

Lush is an international chain of stores and the banned Morning Star flag, a symbol of resistance in West Papua, was being put in store windows around the world. 

Mr Guthrey said the shop would also be donating all proceeds, minus GST, from the sale of their fragrance Smell of Freedom to the Indonesia Human Rights Committee, an organisation which aims to build links between New Zealand and West Papua. 

Raising the banned Morning Star flag illegally had seen at least one man being jailed for 15 years, Mr Guthrey said. 

"We've got a petition going to send to the New Zealand Government, asking for their help to release political prisoners and for support in getting the West Papuan people their freedom." 

Lush campaigns manager Megan Taylor said the people of West Papua had been struggling against violence and oppression for decades. "Their voices are rarely heard beyond the barrier put up by Indonesian authorities. We hope that by running this campaign we can raise awareness of their struggle." 



HAM di Papua Belum di Prioritaskan

Written By Voice Of Baptist Papua on April 21, 2012 | 9:02 AM

Kristina Neubaeur NETWORK ON WEST PAPUA (MUSA/JUBI)
JUBI --- Faith Based Network on West Papua (FBN) megaku hingga kini perlindungan hak asasi manusia di tanah Papua belum menjadi prioritas bagi Pemerintah Indonesia. Perlindungan HAM di Papua juga belum di jamin
 
Hal ini disampaikan Kristina Neubaeur dari Faith Based Network on West Papua (FBN) saat membacakan laporan peluncuran international ‘Hak Asasi Manusia’ di Papua tahun 2010-2011 di Aula P3W Padang Bulan di Abepura, Jayapura, Papua, Sabtu (21/4). Kristina mengaku, Faith Based Network on West Papua (FBN), Franciscan International, Papua Land of Peace dan Asian Human Right Commission sudah meluncurkan laporan tersebut dalam bahasa inggris pada 2 November 2011 di Genewa, Swiss Judul asli dalam laporan berbahasa inggris adalah Untuk peluncuran laporan HAM internasional di Genewa, Kedutaan Besar Republik Indonesia di PBB juga di undang hadir.

Isu Papua Merdeka Jadi Isu Pemilu Papua Nugini

Written By Voice Of Baptist Papua on April 16, 2012 | 10:04 PM

PORT MORESBY, - Papua Nugini dijadwalkan menggelar pemilihan umum pada 23 Juni mendatang. Pemilu ini diharapkan bisa mengakhiri krisis politik yang berlangsung akhir 2011. Menariknya, salah satu kandidat perdana menteri mengangkat gerakan separatis di Papua di Indonesia sebagai isu kampanyenya. (sumber: kompas)

Kandidat yang dimaksud adalah Powes Parkop, yang merupakan Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Port Moresby. Parkop sering mengusung isu dalam kampanyenya. Dia bahkan aktif menghadiri berbagai pertemuan internasional soal kemerdekaan Papua Barat.

Kompanye Papua Merdeka di Festival Womadelaide 2012

Written By Voice Of Baptist Papua on March 11, 2012 | 10:18 PM

Adelaide, Laporan-KNPB. Festival Womadelaide di Adelaide, Australia kemarin (11/03) dimeriahkan dengan kompanye Papua Merdeka. Dalam konser yang dihadiri ribuan orang, bintang kejora dibentangkan dan yel-yel Papua Merdeka dilakukan dalam konser salah satu group musisi terkenal di Australia, Blue King Brown.
Konser yang dimulai pada pukul 7.30 tadi malam, Rony Kareni, seorang aktivis Papua Merdeka yang hadir membawakan tarian Papua dalam konser tersebut menyampaikan ekpresi perjuangan yang disambut tepuk tangan secara meriah oleh ribuan penonton.
Sementara itu, Festival Womadelaide yang dihadiri oleh ribuan orang dari mancanegara maupun Australia ini tak ketinggalan mengunjungi pameran Free West Papua di stand khusus yang dikoordinir oleh Austrlia West Papua Asocciation (AWPA).

Twitt VBPapua

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SBP-News @VBaptistPapua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger