Jayapura (ANTARA News) Pendeta Socrates Sofyan Yoman, pengarang buku "Suara Gereja Bagi Umat Tertindas" mengaku hingga saat ini belum mendapat pemberitahuan resmi dari Kejaksaan Agung tentang larangan edar buku yang dia tulis.
"Sampai saat ini saya belum mendapat pemberitahuan tersebut, padahal alamat saya jelas," ungkap Pdt.Socrates menjawab pertanyaan ANTARA News di Jayapura, Jumat sehubungan larangan dari Kejagung.
Menurut Socrates, pelarangan tersebut secara tidak langsung pemerintah "mematikan kreatifitas" anak bangsa yang seharusnya dihargai dan dihormati. Dia menilai larangan itu juga menandakan pemerintah tidak dewasa dan tidak mau diawasi.
Lebih lanjut, Socrates menilai larangan tersebut menjadikan buku tersebut justru dicari- cari pembaca karena ingin tahu apa yang ditulis didalamnya.
"Ini semacam promosi gratis bagi buku saya," ungkap Socrates lalu mengatakan buku tersebut dicetak sebanyak 5.000 eksemplar.
Socrates mengakui, sebelumnya bukunya yang berjudul "Pemusnahan etnis Melanesia" juga dilarang beredar.
Sementara itu, Kejati Papua Palty Simanjuntak secara terpisah mengakui pihaknya baru menerima surat edaran dari Kejagung tentang pelarangan buku karya Socrates, tertanggal 22 Desember 2009.
"Kami baru menyebarkan ke 10 kejari di Tanah Papua," ungkap Palty seraya menambahkan dengan adanya edaran tersebut maka Kejaksaan akan menarik buku tersebut.Buku lain yang ditarik adalah "Cucuran airmata Tuhan di Papua Barat"". (*)
http://www.antaranews.com/berita/1263523721/pendeta-socrates-belum-ada-pemberitahuan-pelarangan-buku
𝐒𝐞𝐧𝐢𝐨𝐫 𝐈𝐬𝐫𝐚𝐞𝐥𝐢 𝐎𝐟𝐟𝐢𝐜𝐢𝐚𝐥𝐬 𝐆𝐢𝐯𝐞 𝐓𝐫𝐮𝐦𝐩
𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧 𝐈𝐧𝐭𝐞𝐥𝐥𝐢𝐠𝐞𝐧𝐜𝐞 𝐨𝐧 𝐓𝐚𝐫𝐠𝐞𝐭𝐬 𝐢𝐧 𝐈𝐫𝐚𝐧
-
*A Saudi delegation will also visit the US in an effort to de-escalate
tension in the Middle East*
by Kyle Anzalone | January 29, 2026 at 2:52 pm ET
...
2 days ago
0 Komentar Anda:
Post a Comment
Your Comment Here