SUARA BAPTIS PAPUA

Dukung Aksi Perdamaian Atas Kekerasan di Papua Barat.
Jika Anda Peduli atas kemanusiaan Kaum tertindas di Papua barat Mohon Suport di sini:

Please donate to the Free West Papua Campaign U.K.
Kontribusi anda akan kami melihat ada perubahan terhadap cita-cita rakyat papua barat demi kebebasan dan kemerdekaannya.
Peace ( by Voice of Baptist Papua)

Apa Solusi Atas Konflik Papua?

Scoop Voice Baptist

About Me

My Photo
Papua, Papua barat/Indonesia, Indonesia
Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua tidak akan pernah memilih diam ketika umat ditintas dan akan terus bersuara sampai keadilan benar-benar terjadi di tanah papua

Voice of Baptist Papua

Asian Human Rights Commission

Welcome to Suara Baptis Papua Online

SB - PAPUA-News

© Copyright 2011 suara baptis papua. Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label Brimob. Show all posts
Showing posts with label Brimob. Show all posts

5 Warga Ditembak Oknum Brimob di Papua

Written By Voice Of Baptist Papua on May 15, 2012 | 11:01 PM

Berawal dari keributan di arena permainan billiard di lokasi tambang emas Desa Nomowodide.

Foto Penembakan Bromob (foto ilustrasi)
Jayapura baptis-voices - Pernembakan oknum pasukan Brimob terhadap warga sipil kembali terjadi di Papua. Kali ini di wilayah pendulangan emas, Desa Nomowodide, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Selasa 15 Mei sekitar pukul 20.00 WIT. Lima warga tertembak dan dalam kondisi  krisis.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Vivanews penembakan berawal ketika pasukan Brimob mendatangi sebuah tempat permainan billiard di lokasi tambang emas tersebut. Lalu terlibat keributan dengan kelima warga, yang berujung dengan aksi penembakan.

Kapolres Paniai, AKBP Anton Diance saat dikonfirmasi, Rabu 16 Mei membenarkan adanya penembakan itu. "Ada lima warga yang ditembak, karena membuat keributan dan berupaya merebut senjata milik Brimob," kata dia yang bersumber dari post brimob TKP.

Lantas, karena melihat sikap kelima orang itu, bisa membuat keributan, pemilik billiard mendatangi Pos Brimob untuk meminta tolong mereka. Dan tiga anggota Brimob kemudian menuju tempat billiard. "Tiga anggota masing-masing  atas nama Briptu Ferianto Pala, Bripda Agus dan Bripda Edi  mendatangi TKP menindaklanjuti laporan pemilik billiard,"jelasnya.

Ketiga anggota itu lalu menegur kelima warga agar tidak membuat keributan, sambil mengarahkan masyarakat yang berkerumun untuk membubarkan diri. "Namun, di saat bersamaan  Briptu Ferianto Pala yang saat itu menghadap ke arah kerumunan massa, tiba-tiba bunyi tembakan dan di temukan lima warga terjatuh.

Sementara ini, kata dia, warga yang kondisinya kritis akan segera diterbangkan ke Nabire. "Kami sedang tunggu pesawat, untuk mengevakuasi korban yang kritis, ke RS di Nabire,"tandasnya.

Lanjut kapolres, Seluruh anggota polisi juga diminta untuk tidak mudah terpancing, jika ada kelompok-kelompok yang ingin membuat keributan. "Kami telah arahkan agar anggota yang berada di lokasi untuk tetap mengendalikan emosi jangan mudah mengeluarkan tembakan, karena dampaknya akan berakibat buruk dan merugikan orang lain," tukasnya.
Namun para pihak gereja dan pekerja kemanusiaan di nabire belum di konfirmasi sampai berita ini di turunkan.

Daftar nama warga yang ditembak:
1. Melianus Kegepe luka tembak di bagian pinggang samping tembus.

2. "Lukas Kegepe luka tembak pada bagian perut tembus.

3. Amos Kegepe luka tembak pada kaki kiri dan kanan.

4. Alpius Kegepe, luka tembak lengan kanan.

5. Satu orang belum diketahui identitasnya informasinya luka terserempet pada bagian dada.

TPN-OPM letter in Paniai: We Will Not Give Up

Written By Voice Of Baptist Papua on January 7, 2012 | 5:38 AM

Gen Jhon Yogi  bersama pasukan (foto jubi)
Jubi --- Leader of TPN OPM IV Division II Makodam Pemka Paniai, General John Magai Yogi declared, would not retreat one step in the operation serve military-police joint forces that began last August 2011. It is committed, its predecessors pioneered the struggle continues to achieve the expectations of the West Papuans. The statement as stated in the letter issued from the middle of the jungle.

"We TPN throughout Papua OPM will never give up and will continue to fight the Indonesian authorities to the death," he wrote in a letter dated January 5, 2012. "We only hold Ukaa Mapega (bow and arrow, Ed.), But we rely on God, we are ready to face Brimob Police Headquarters and Detachment 88 as Indonesia's elite troops, equipped with modern weapons and today they still control Paniai area, "he added.

Kalau Kami di Dalam NKRI, Kami Habis

Written By Voice Of Baptist Papua on December 21, 2011 | 7:23 PM

Ketua Sinode Kingmi di tanah Papua Pendeta Benny Giay.
Ketua Sinode Kingmi di tanah Papua Pendeta Benny Giay. (sumber: kabargereja.tk)
Ada kekuatan negara yang menyebar isu Papua Merdeka.

Pimpinan gereja-gereja di tanah Papua bertemu dengan Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Jawa Barat pada Jumat kemarin.

Mereka adalah Ketua Sinode GKI di tanah Papua Pendeta Jemima J. Krey,  Ketua Sinode Kingmi di tanah Papua Pendeta Benny Giay, Ketua Umum Badan Pelayanan Pusat Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua Pendeta Socratez Sofyan Yoman, dan Majelis Umum Sinode Nasional Gereja Kristen Alkitab Indonesia Pendeta Martin Luther Wanma.

Conflict in Papua kills 100 thousand people

Indonesia Milerism in West Papua
The victim does not include non-Papuan people who also become victims of the conflict which has lasted for 33 years ..
Conflict in Papua, which occurred since 1977 has claimed the lives of up to 100 thousand people. The number of victims was referring to the data released by Amnesty International recently. According to researchers Parahyangan Centre for International Studies (Pacis), I Nyoman Sudira, the conflict in Papua, is much more complex than has ever happened in Aceh.
 
"Of course the official estimates of government is much smaller. Conflict with so many victims are very painful and expensive. Intimidation with human rights violations, it will definitely be in line with the occurrence of conflict, "he said in a National Workshop: Reconstructing Peace in Papua Way Through Dialogue today in Jakarta

Penembakan, pembakaran dan serangan helikopter di desa terus berlanjut di Paniai

Written By Voice Of Baptist Papua on December 15, 2011 | 6:18 PM

Laporan Khusus dan Update
oleh Nick Chesterfield di westpapuamedia.info

Situasi mengerikan dari teror dan intimidasi muncul dari warga desa dan pekerja HAM di distrik terpencil di Paniai Papua Barat semalam, sebagai sebuah serangan militer Indonesia besar-besaran terus tejadi terhadap   Tentara Nasional Pembebasan TPN/OPM (gerilyawan) .

Hak asasi manusia lokal dan sumber-sumber gereja melaporkan bahwa warga desa biasa menjadi sasaran yang signifikan pelanggaran HAM oleh gabungan polisi Indonesia dan kekuatan militer, dan menyerukan intervensi internasional segera di Papua Barat untuk menghentikan kekerasan.

Lebih dari empat batalyon tentara Indonesia (TNI) dengan kekuatan penuh  dari Batalyon Kostrad 753 pasukan komando, Brimob paramiliter polisi, dan elit kontra-terorisme pasukan dari Detasemen 88 - semua unit dipersenjatai, dilatih, dan dipasok oleh Pemerintah Australia -

Brimob Papua Kembali Menewaskan 8 Warga Sipil

Written By Voice Of Baptist Papua on November 15, 2011 | 7:49 AM

"Please advocacy and independent investigation access is limited and difficult to enter the scene"


JUBI --- Warga Sipil Papua kembali ditembak oleh Anggota Brimob di Degeuwo, lokasi tambang  emas secara  tradisional, Kabupaten Paniai, Papua.  “Kejadian ini terjadi tanggal 13 November hari minggu,” ungkap Servius  Kedepa, seorang aktivis lembag swadaya masyarakat (LSM) lokal, Selasa (15/11). 

Jelasnya, peristiwa tersebut terjadi sekitar jam 10.00pagi waktu setempat, pada hari Minggu (13/11) lalu. “Mereka yang ditembak dan tewas ditempat adalah ada 8 orang. Yaitu Matias Tenouye (30 thn), peluruh menembus paha kanan. Simon Adii ( 35 thn) peluruh menembus rusuk dan tali perut keluar. Petrus Gobay (40 thn), peluruh masuk dada dan tembus ke belakang. Yoel Ogetay (30 thn), otak kecil keluar di bagian depan. Benyamin Gobay(25 thn), kena bagian dada dan peluru keluar di bagian belakang. Marius Maday (35 thn), peluruh mengenai dada dan keluar di belakang. Matias Anoka (40thn), peluruh kena dada dan keluar di belakang. Yus Pigome (50 thn), peluruh mengenai dada dan keluar di belakang,” tulis Kedepa,

Twitt VBPapua

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SBP-News @VBaptistPapua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger