SUARA BAPTIS PAPUA

Dukung Aksi Perdamaian Atas Kekerasan di Papua Barat.
Jika Anda Peduli atas kemanusiaan Kaum tertindas di Papua barat Mohon Suport di sini:

Please donate to the Free West Papua Campaign U.K.
Kontribusi anda akan kami melihat ada perubahan terhadap cita-cita rakyat papua barat demi kebebasan dan kemerdekaannya.
Peace ( by Voice of Baptist Papua)

Apa Solusi Atas Konflik Papua?

Scoop Voice Baptist

About Me

My Photo
Papua, Papua barat/Indonesia, Indonesia
Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua tidak akan pernah memilih diam ketika umat ditintas dan akan terus bersuara sampai keadilan benar-benar terjadi di tanah papua

Voice of Baptist Papua

Asian Human Rights Commission

Welcome to Suara Baptis Papua Online

SB - PAPUA-News

© Copyright 2011 suara baptis papua. Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label Kongres. Show all posts
Showing posts with label Kongres. Show all posts

Benny Wenda Tiba Di AS, Besok Ketemu Senator AS

Written By Voice Of Baptist Papua on February 4, 2013 | 9:39 AM

     Benny Wenda
New York, KNPBnews – Pemimpin Papua Merdeka, yang juga sebagai Koordinator Diplomat Internasional, Benny Wenda saat ini berada di New York, Amerika Serikat dalam agenda perjalanan diplomasi “Freedom Tour”. Selama di AS, Benny Wenda akan bertemu dengan 6 anggota kongresman.

Benny Wenda, kepada Badan Pengurus Pusat KNPB siang ini (3/2) mengatakan bahwa dirinya saat ini bersama-sama dengan Oktovianus Mote, diplomat Papua Merdeka di Amerika Serikat dan telah menjadwalkan pertemuan dengan beberapa kongresman Amerika Serikat.
“Ini adalah perang diplomasih terbuka dengan Indonesia, oleh karena itu kami akan menggunakan cara-cara yang resmi dalam melakukan diplomasi internasional bagi kemerdekaan West Papua”, tutur Benny Wenda.

Semalam (1/2) waktu New York, Benny Wenda telah lakukan pertemuan dengan Bill Perkins. Selain itu, Benny Wenda juga telah bertemu dengan para pendukung Papua Merdeka dan aktivis lain seperti seperti Herman Wainggai untuk menyatukan isu dan agenda perjuangan West Papua.  Pada tanggal 6 Februari, Benny Wenda akan berbicara tentang situasi West Papua di New York, bersama-sama dengan politisi dan NGO internasional.

Perjalanan diplomasi ini akan berlanjut ke New Zealand, Australia, Vanuatu dan Port Moresby.
Pertemuan dengan Senator Bill Perkins (dok)

Benny Wenda bertemu dengan Herman Wainggai

Anggota Congress US, Membuat Petisi langsung kepada Presiden Obama dan Hillary Clinton Untuk Kondisi HAM di Papua Barat

Written By Voice Of Baptist Papua on May 14, 2012 | 1:32 AM

Kongres Samoa Amerika itu, Faleomavaega Eni Hunkin, telah mengkonfirmasi kekhawatiran AS tentang tindakan aparat keamanan. Dia mengatakan sekelompok anggota kongres telah mengajukan petisi kepada Presiden dan Sekretaris Negara.

Faleomavaega Eni Hunkin dan Barac Obama
Wasingthon,- Seorang anggota Kongres Amerika Serikat mendesak Washington untuk mendorong Indonesia untuk melepaskan tahanan politik di Papua seperti yang disebut 'Lima Jayapura. yang di kutip RadioNewseland tadi siang. atau Orginal News Here

Lima orang Papua dipenjara selama tiga tahun atas tuduhan pengkhianatan setelah menyatakan sebuah negara merdeka di Kongres bulan Oktober yang lalu Rakyat Papua.

Ini pertemuan damai diserbu oleh pasukan keamanan Indonesia, yang mengakibatkan setidaknya tiga kematian.

Anggota Kongres AS Desak Bebaskan bagi para pemimpin Papua dipenjara di Indonesia

Written By Voice Of Baptist Papua on May 13, 2012 | 8:59 PM

Jayapura (SBP),-Seorang anggota Kongres Amerika Serikat mendesak Washington untuk mendorong Indonesia untuk melepaskan tahanan politik di Papua seperti yang disebut 'Lima Jayapura.

Lima orang Papua dipenjara selama tiga tahun atas tuduhan pengkhianatan setelah menyatakan sebuah negara merdeka di Kongres bulan Oktober yang lalu Rakyat Papua.

Ini pertemuan damai diserbu oleh pasukan keamanan Indonesia, yang mengakibatkan setidaknya tiga kematian.

Kongres Samoa Amerika itu, Faleomavaega Eni Hunkin, telah mengkonfirmasi kekhawatiran AS tentang tindakan aparat keamanan.

Dia mengatakan sekelompok anggota kongres telah mengajukan petisi kepada Presiden dan Sekretaris Negara.

"Dan permintaan kami, mereka yang sangat mendukung hak-hak politik dan hak asasi manusia kondisi yang berkaitan dengan Papua Barat di Indonesia, dan jaminan setidaknya bahwa Departemen Luar Negeri telah memberi kita adalah bahwa mereka bekerja ke arah itu. Meskipun bagian dari masalah adalah bahwa Anda tidak bisa hanya menuntut dan mengharapkan bahwa negara tuan rumah akan melakukannya. "

Berita Konten © Radio Selandia Baru Internasional
PO Box 123, Wellington, Selandia Baru

Siapa Pelaku Penembakan Tiga Warga Sipil di KPR III

Written By Voice Of Baptist Papua on March 4, 2012 | 10:59 AM


Oleh : Socratez Sofyan Yoman (*) 

Socratez Sofyan Yoman (foto dok)
STOP DISKRIMINASI HUKUM DAN POLITIK  DI TANAH PAPUA
Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua (BPP-PGBP) sangat prihatin dengan pernyataan-pernyataan yang disampaikan dalam proses sidang tuduhan makar di Pengadilan Negeri Jayapura atas Ketua Dewan Adat Papua, Forkorus Yamboisembut dan kawan-kawannya dan juga pernyataan dari  Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Julius D. Teuf, S.H., 

Pertama, Ketua Dewan Adat, Forkorus Yamboisembut dan kawan-kawan: “Mengklaim Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) Sudah Didaftar ke PBB” (Bintang Papua, Sabtu, 03 Maret 2012).

NZ Media ‘blindfolded’ over West Papua crisis, say critics

Written By Voice Of Baptist Papua on October 29, 2011 | 5:23 AM

from our partners at the Pacific Media Centre

Forkorus Yoboisembut … elected West Papuan “president” at the last week’s Papuan People’s Congress and arrested by Indonesian forces. Photo: EngageMedia Friday, October 28, 2011
Item: 7692
AUCKLAND(Pacific Media Watch): As tensions escalate in the Indonesian-occupied Melanesian region of West Papua, there is growing criticism over the lack of information in the mainstream New Zealand media about the troubled area.
Last week, the third Papuan People’s Congress was held in Abepura, on the outskirts of Jayapura. It was a peaceful rally of thousands of West Papuans who had gathered to celebrate their culture, hold talks and elect their representatives.
When the Morning Star flag was raised and cries of “merdeka” (independence) were heard by the strong Indonesian military presence, gunshots rang out and violencefollowed.

Written By Voice Of Baptist Papua on October 27, 2011 | 1:10 AM

Peserta kongres dikejar hingga kamar Biara thumbnail
Pastor Neles Tebay (kiri) dalam jumpas pers kemarin
Kongres Rakyat Papua (KRP) III yang berakhir dengan deklarasi negara Federasi Papua Barat pada Rabu (19/10) berujung penangkapan terhadap para peserta, bahkan dilakukan hingga ke kamar-kamar frater, pastor, dan bruder di Abepura, Jayapura.
Tiga orang aparat berpakaian seragam dan preman hendak memasuki biara itu, namun dihadang oleh Pater Gonsa Saur OFM di tangga. Dia melihat aparat keamanan berpakain preman menerobos masuk ke kamar makan dan ruang tamu biara itu, kisah Pater Gonsa seperti dikutip pimpinan OFM Papua Pastor Gabriel Ngga OFM dalam jumpa pers bersama Rektor Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur, Abepura, Pastor Neles Tebay, Rabu (26/10) sore.
Diantara para aparat itu, kisah Pastor Gabriel, ada yang membawa senjata laras panjang dan pendek. Karena mendapat tekanan berkali-kali. Pater Gonsa akhirnya meminta mereka kalau bukan penghuni rumah boleh keluar kamar, akhirnya beberapa orang keluar. Namun banyak peserta kongres tetap bersembunyi di biara itu untuk menyelamatkan diri.
“Kamu boleh membawa mereka, tetapi jangan memukuli mereka,” kata Pater Gonsa kepada pihak aparat seperti dikutip Pastor Gabriel.
Seorang perempuan juga ditarik keluar dari biara. Seorang anggota aparat keamanan tiba-tiba menerobos ke lantai II. Tapi,  Pater Gonsa memintanya turun.

Gereja, aktivis desak SBY tangani serius Papua

Gereja, aktivis desak SBY tangani serius Papua thumbnail
Beberapa pastor Protestan yang terus menyuarakan perdamaian di Papua (Dok)
Komisi HAK KWI dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bersama para aktivis HAM dari 35 LSM desak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera menangani kekerasan di Papua.
“Kami, warga negara Republik Indonesia meminta dengan tegas kepada Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyelesaikan persoalan di Papua dengan membangun dialog sejati yang damai yang menghormati martabat dan hak budaya rakyat Papua,” demikian pernyataan bersama mereka yang disampaikan dalam konferensi pers di kantor KontraS (25/10).
Mereka menyatakan amat mengkhawatirkan perkembangan situasi penegakan hak asasi manusia di Papua.
“Kami meminta presiden memerintahkan Panglima TNI segera menarik seluruh personel TNI non organic  dari Tanah Papua,” lanjut pernyataan itu.
Forum itu juga meminta presiden memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo agar segera melindungi dan menciptakan rasa aman di tengah rakyat Papua.

Korban Ricuh Kongres Papua Jadi Enam Orang

Written By Voice Of Baptist Papua on October 21, 2011 | 6:23 AM

Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Papua menyatakan bahwa enam orang menjadi korban tewas dalam ricuh Kongres III di Lapangan Zakeus, Padang Bulan, Abepura, Jayapura, 19 Oktober 2011 lalu.
Para korban meninggal versi Komnas HAM adalah James Gobay, 25 tahun, Yosaphat Yogi, 28 tahun, Daniel Kadepa (25), Maxsasa Yewi (35), Yakob Samonsabra (53), dan Pilatus Wetipo (40). Untuk korban luka, Ana Adi (40), Miler Hubi (22), dan Matias Maidepa (25). “Ada enam orang dari data terbaru. Kami mendapat ini dari sumber terpercaya,” kata Matius Murib, Wakil Ketua Komnas HAM Papua, Jumat, 21 Oktober 2011.

Represif dan brutal Aparat TNI / POLRI membubarkan kongres rakyat papua III

Written By Voice Of Baptist Papua on October 19, 2011 | 9:35 PM

Pimpinan dan 300 orang Peserta Kongres Rakyat Papua Ditangkap
Forkorus Yaboisembut,S.Pd (Presiden
JAYAPURA - Aparat gabungan dari TNI/Polri terpaksa membubarkan Kongres Rakyat Papua (KRP) III yang berlangsung di lapangan sepak bola Zakheus Padang Bulan, Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (19/10) sekitar pukul 15.30 WIT.
Pembubaran paksa oleh aparat gabungan tersebut setelah KRP III itu menghasilkan kesepakatan bersama yang dituangkan dalam bentuk deklarasi negara baru yaitu Federasi Papua Barat, bahkan telah menyusun pemerintahan dengan menunjuk Forkorus Yaboisembut,S.Pd sebagai Presiden dan Edison Waromy, SH sebagai Perdana Menteri.

 Sebelum dibubarkan, pelaksanaan KRP III berlangsung aman dan tertib. Dalam pelaksanaan tersebut terjadi proses negosiasi pemilihan presiden dan perdana menteri. Setelah kesepakatan disetujui, maka sejumlah pernyataan sikap lewat deklarasi akhirnya diumumkan dan menyatakan Forkorus Yaboisembut, S.Pd sebagai Presiden dan Edison Waromy, SH sebagai Perdana Menteri.

Twitt VBPapua

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SBP-News @VBaptistPapua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger