SUARA BAPTIS PAPUA

Dukung Aksi Perdamaian Atas Kekerasan di Papua Barat.
Jika Anda Peduli atas kemanusiaan Kaum tertindas di Papua barat Mohon Suport di sini:

Please donate to the Free West Papua Campaign U.K.
Kontribusi anda akan kami melihat ada perubahan terhadap cita-cita rakyat papua barat demi kebebasan dan kemerdekaannya.
Peace ( by Voice of Baptist Papua)

Apa Solusi Atas Konflik Papua?

Scoop Voice Baptist

About Me

My Photo
Papua, Papua barat/Indonesia, Indonesia
Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua tidak akan pernah memilih diam ketika umat ditintas dan akan terus bersuara sampai keadilan benar-benar terjadi di tanah papua

Voice of Baptist Papua

Asian Human Rights Commission

Welcome to Suara Baptis Papua Online

SB - PAPUA-News

© Copyright 2011 suara baptis papua. Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Jakarta. Show all posts

Konferensi II Jemaat Baptis Rekomendasikan Dialog Jakarta – Papua

Written By Voice Of Baptist Papua on September 16, 2012 | 9:39 PM

Jemaat Baptis Jayapura Mengikuti Konfrensi II (Jubi)
Jayapura,Voice Baptist(16/9) ---  Konferensi II Persekutuan Gereja – Gereja Baptis (PGGB) Wilayah Jayapura yang berlangsung selama tiga hari di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, mengeluarkan rekomendasi mendukung adanya Dialog Papua – Jakarta, yang di mediasi pihak ketiga yang netral.

Hal ini disampaikan Ketua PGGB Papua Wilayah Jayapura, Moury Kogoya, M. Th, kepada Tabloidjubi di Gereja Baptis Jemaat Manehi Komba, Sentani, Kabupaten Jayapura, tempat berlansungnya kegiatan selama tiga hari, Minggu (15/9).

“Ada dua hal yang menjadi rekomendasi inti dari konferensi ini, pertama adalah memajukan Injil Kristus sebagai dasar pelayanan gereja Baptis dan mendukung dialog antara warga Papua - Jakarta,” ujar Moury Kogoya, M.Th. 

Ketika ditanya, mengapa gereja Baptis mendukung proses Dialog Papua – Jakarta, Moury menjawab bahwa apa yang dilakukan adalah sebagai bagian dari identitas orang Papua, dimana gereja tidak bisa membohongi kondisi yang terjadi diluar mimbar atau diluar gedung gereja.

“Masyarakat Di Papua sudah tidak aman, sehingga gereja jangan menutup mata terhadap kondisi yang terjadi di sekitar kita. Karena itu jangan bangga dengan rumah toko (ruko) atau bangunan –bangunan yang makin
megah, namun kondisi realitasnya orang Papua masih tersisih dalam pembangunan,” nilainya.

Lebih lanjut, dirinya menilai masih saja terjadi ketimpangan dalam pendidikan, misalnya dana pendidikan
keluar negeri, programnya dari Papua, namun bukan orang Papua yang sekolah, dalam hal ini orang Papua
hanya dijadikan objek semata, bukan sebagai subjek.

“Kondisi lainnya, karena dijadikan subjek pembangunan sehingga banyak yang mati dimana-mana, ementara pejabat daerah di tingkat provinsi dan kabupaten bangga dengan jabatan tetapi melupakan masyarakat,  bahkan sering ke Jakarta padahal Rakyatnya ada di Papua, ada apa di Jakarta???,” katanya.

Moury menegaskan, bahwa gereja Baptis mendukung apa yang menjadi aspirasi rakyat Papua, khusus  dalam melihat permasalahan Papua dan kondisi umat Tuhan diatas Tanah Papua yang kini makin tersisih.
“Secara khusus soal ideologi juga tidak sama dan tidak bisa disamakan. Orang Asli Papua adalah orang yang hidup diatas kekayaannya, namun belum dilayani secara baik, sehingga kami ingin mengelola tanah kami
sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum BPP Persekutuan Gereja – Gereja Baptis (PGGB) Papua, Socratez Sofyan Yoman mengakui, bahwa apa yang dihasilkan oleh komisi-komisi hingga program tidak keluar dari apa yang
dianut oleh umat Baptis. “Karena hasil-hasil yang disepakati tidak hanya diatas kertas secara teori, namun
akan di demonstrasikan dalam realita masyarakat Papua pada umumnya,” tuturnya.

Dirinya mencontohkan, beberapa waktu lalu pihaknya mewakili gereja Baptis Papua memberikan dukungan
dan sprit kepada salah satu tahanan politik Papua, Filep Karma, yang kini sedang menjalani perawatan di
Jakarta, berupa bantuan sumbangan dana dari gereja Baptis Papua.

“Kami ikut merasakan apa yang dialami umat Tuhan di Papua, sebagaimana telah dikumpulkan umat Tuhan
jemaat Baptis hingga mencapai dana sekitar seratus juta lebih untuk biaya pengobatan Filep Karma, dananya
lansung ke rekening, hal-hal ini mungkin telah dilakukan gereja lain, tetapi inilah wujud pelayanan dari kami
gereja Baptis,” tandasnya.

Konferensi II Jemaat Baptis Jayapura yang berjalan selama tiga hari, terbagi dalam 7 komisi, masing-masing Komisi A yang membahas evaluasi program dan syarat pemilihan badan pengurus, Komisi B membahas amandemen dan peraturan wilayah, Komisi C membahas bidang keuangan, Komisi D membahas kaum bapak dan ibu, Komisi E membahas pemuda  dan  sekolah minggu, Komisi F membahas masalah Hak Asasi Manusia (HAM) serta Komisi G membahas rekomendasi.  Hasil rekomendasi tersebut akan di bawa dalam Kongres XVII tanggal 9 - 14 Desember 2012 di Wamena.

Editor: Jubi

Mahasiswa Papua Gelar Kampanye Kemanusiaan di Gedung Merdeka Oris Riswan Budiana

Written By Voice Of Baptist Papua on July 5, 2012 | 2:56 AM

Bandung - 10 mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam National Papuan Solidarity (Napas) menggelar aksi kemanusiaan di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Kamis (5/7/2012). Mereka menyuarakan agar kekerasan di Papua segera dihentikan.

Aksi tersebut cukup memancing perhatian para pengendara mobil dan motor yang kebetulan melintas di lokasi. Banyak kendaraan yang kemudian berjalan pelan karena pengendara penasaran dengan aksi mereka.

Selain ingin mengampanyekan penegakan hak azasi manusia di Papua, mereka juga menyindir para peserta konferensi yang membahas kemerdekaan Palestina di Hotel Savoy Homan.

"Kampanye kita kampanye kemanusiaan. Pemerintah jangan hanya memikirkan Palestina, rakyat Papua juga butuh penegakan hak azasi manusia," ucap Humas Napas Frans Tomoki di sela aksi.

Pihaknya meminta pemerintah memperhatikan dan segera menyelesaikan konflik serta kekerasan di tanah Papua. "Krisis kemanusiaan tidak hanya terjadi di Palestina," cetusnya.

Dalam aksinya, massa membawa poster berisi tuntutan. Beberapa poster itu di antaranya bertuliskan 'Hentikan Kata Separatis Untuk Melegalkan Operasi Pembunuhan di Papua', 'Hentikan Status DOM di Papua' dan 'Junjung Tinggi Nilai HAM di Dunia, Khususnya di Indonesia'.

Aksi hanya berlangsung sekitar 30 menit. Usai beraksi, massa langsung membubarkan diri. Sementara arus lalin yang sempat tersendat karena banyak kendaraan melaju dengan pelan, kembali lancar.

UP4B Model Aceh, Harusnya Dialog dulu Seperti Aceh

Written By Voice Of Baptist Papua on January 12, 2012 | 8:32 PM

 Oleh Turius Wenda, ST.

Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) Telah Terbentuk

Janji Pemerintah Jakarta untuk memberikan Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) benar-benar terealisasi, ini dibuktikan dengan pelantikan Bambang Darmono Kepala UP4B Bersama perangkatnya serta terbentuknya kantor UP4B yang  baru di resmikan di awal tahun 2012. Unit ini diberikan atas gejolak politik papua dan tidak efektifnya pelaksanaan otonomi khusus provinsi papua. Sesuai struktur, UP4B memiliki tenaga profesional 80 orang dan lima deputi.

Wakil Presiden Boediono yang dikutip jakarat globe Mengatakan, UP4B dibentuk oleh Keputusan Presiden  dengan demikian tidak akan memiliki kekuatan yang sama dan kekuasaan sebagai BRR. ujarnya di kantor kepresiden Jakarta.

Twitt VBPapua

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SBP-News @VBaptistPapua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger