SUARA BAPTIS PAPUA

Dukung Aksi Perdamaian Atas Kekerasan di Papua Barat.
Jika Anda Peduli atas kemanusiaan Kaum tertindas di Papua barat Mohon Suport di sini:

Please donate to the Free West Papua Campaign U.K.
Kontribusi anda akan kami melihat ada perubahan terhadap cita-cita rakyat papua barat demi kebebasan dan kemerdekaannya.
Peace ( by Voice of Baptist Papua)

Apa Solusi Atas Konflik Papua?

Scoop Voice Baptist

About Me

My Photo
Papua, Papua barat/Indonesia, Indonesia
Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua tidak akan pernah memilih diam ketika umat ditintas dan akan terus bersuara sampai keadilan benar-benar terjadi di tanah papua

Voice of Baptist Papua

Asian Human Rights Commission

Welcome to Suara Baptis Papua Online

SB - PAPUA-News

© Copyright 2011 suara baptis papua. Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label TPN. Show all posts
Showing posts with label TPN. Show all posts

Komnas HAM: Aparat Keamanan Papua Harus Tahan Diri

Written By Voice Of Baptist Papua on June 29, 2013 | 7:37 PM

[JAYAPURA] Aparat TNI/Polri dan kelompok sipil bersenjata di Papua diminta tidak melakukan tindakan kekerasan untuk membalas dendam, mengingat akan menimbulkan rasa tidak aman bagi masyarakat di sini, kata Kepala PerwakilanKomnas-HAM wilayah Papua Frits Ramandey, di Jayapura, Sabtu (29/6).

Komnas-HAM wilayah Papua menyampaikan pernyataan itu, setelah pada Selasa (25/6) lalu, telah terjadi penghadangan atau penyerangan bersenjata terhadap mobil yang ditumpangi Letda I Wayan Sukarta, dua orang anak buahnya dan sopir serta kondekturnya di Ilu, Distrik Jigonekme Kabupaten Puncak Jaya.

Akibatnya sopir bernama Tono dan Letda Wayan Sukarta ditemukan telah tewas dengan sejumlah bacokan dan tembakan.

Belakangan kondekturnya ditemukan tewas tak jauh dari lokasi kejadian.

"Komnas-HAM wilayah Papua meminta agar para pihak saling menahan diri," kata Frits yang juga mantan aktivis dan wartawan lokal di daerah tersebut.

Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura itu juga mengingatkan agar Polda Papua melakukan komunikasi secara damai dengan pihak-pihak yang mengajukan surat peringatan 1 Juli 2013 sebagai Hari Organisasi Papua Merdea (OPM) di seluruh tanah Papua, mengingat bersamaan dengan Hari Bhayangkara.

Pada 1 Juli 2012 lalu, terjadi insiden penembakan antara satuan TNI dan kelompok sipil bersenjata yang berbuntut pada tertembak seorang Kepala Kampung Sawiya Tami, di Arso Kabupaten Keerom.

Akibatnya saat itu sejumlah warga mengungsi ke hutan setempat, karena merasa takut atas kejadian penembakan terhadap kepala kampung tersebut.

Menurut Komnas-HAM di Papua pada tanggal tertentu oleh sejumlah pihak di daerah ini dijadikan momen politik termasuk tanggal 1 Juli, dengan melakukan kegiatan yang bertentangan dengan undang-undang di negara ini sehingga kerapkali terjadi konflik saat masyarakat Papua hendak memperingatinya.

Aparat keamanan dan pemerintah daerah atas nama undang-undang dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melakukan pelarangan dan sejenisnya atas kegiatan yang dinilai melanggar aturan undang-undang dan hukum di Indonesia itu.

"Kami minta juga kepada warga masyarakat di sini yang hendak merayakan peringatan 1 Juli 2013, agar tidak memaksakan kehendak yang berpotensi terjadi kekerasan," kata Frits pula

Markas Pusat TPN-OPM Tanggapi Danny Kogoya, Cs

Written By Voice Of Baptist Papua on January 27, 2013 | 11:49 PM

Daniel Kogoya
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB), Organisasi Papua Merdeka (OPM) Komando Markas Pusat menanggapi kelompok Danny Kogoya yang diberitakan menyerah kepada Pemerintah Republik Indonesia.

Seperti dilangsir di wpnla.net, Sabtu, (26/1), atas nama, Panglima Tinggi, Kepala Staf Umum TPN-PB, Mayjen Teryanus Satto mengatakan, TPN-OPM sejati belum pernah menyerah kepada pemerintah Indonesia.

“Daniel Kogoya cs ini bukan merupakan pejuang sejati TPN, namun mereka sebagai pengungsi di PNG yang tidak jelas status mereka. Artinya, General Refugess Status atau Political Aslylum Seeker Status. Karena nilainya beda dan penanganannya pun beda,” tulis Mayjen Teryanus Satto.

Diketahui, Jumat, (25/1)  lalu,  212 warga Papua pimpinan Daniel Kogoya  yang selama ini menjadi warga pelintas batas (PNG-Indonesia) dan dikabarkan turut memperjuangkan Papua Merdeka itu menyerah kepada pemerintah Indonesia.

Acara penyerahan diri 212 warga Papua  itu dilakukan di Aula Kantor Distrik Muara Tami. Acara itu dihadiri 810 warga dan digelar oleh  Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Pemda Keerom, dan Kodam XVII/Cenderawasih yang diwakili oleh Korem 172/PWY.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI. Christian Zebua menerima 37 pucuk senjata yang diserahkan oleh Daniel Kogoya. Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Paulus Waterpauw, Plt. Sekda Provinsi Papua, Elia Loupatti, Wali Kota Jayapura,  Benhur Tommy Mano, Sekda Kabupaten Keerom, Yerry F.Dien ikut menyaksikan.

Harian  Bintang Papua, Jumat, (25/1) memberitakan, penyerahkan diri Daniel Kogoya adalah hasil dari ajakan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI. Christian Zebua. “Ajakan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI. Christian Zebua yang mengajak warga Papua yang selama ini hidup di hutan belantara untuk keluar hutan dan bersama-sama membangun Papua yang kaya raya ini, mulai menunjukkan hasil,” tulisnya.

Dalam tanggapannya, Kepala Staf Umum TPN-PB, Mayjen Teryanus Satto mengatakan, mereka yang menyerah itu adalah oknum-oknum yang mengalami suatu krisis iman dan mental. “Mereka kehilangan roh. Ada tiga Roh yang melindungi TPN-OPM, yaitu Roh Tuhan, Roh Alam dan Roh Moyang,” katanya.

Ia juga menegaskan, TPN-PB yang tergabung dalam Komando Nasional berdasarkan Konferensi Tingkat Tinggi di Biak pada tanggal 1-5 Mei 2012 tidak terpengaruh dengan pernyataan 212.
Kata dia, Danny Kogoya dan anggotanya yang menyerah ini adalah yang pernah menentang Sidang terhormat (KTT TPN-OPM) di Markas Perwomi Biak, pada tanggal 3 Mei 2012 dan wallout dari Sidang pada saat itu.

“Perjuangan Papua Merdeka adalah perjuangan suci,” tulis website TPN-PB itu.
Ia tegaskan, Daniel Kogoya cs ini bukan TPN-OPM seperti Goliath Tabuni, Kelly Kwalik (alm), Daniel Kogoya (alm) di Mapenduma, Tadius Magai Yogy (alm); Richard Joweny; Mathias Wenda; Bernard Mawen; Meklianus Awom (alm) dan Pimpinan TPN-OPM lainnya.

“Menurut hukum revolusi, mereka ini adalah penghianat perjuangan bangsanya,”katanya.

Danny Kogoya Ada di Penjara

Juru bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Wim Metlama kepada majalahselangkah.com, Senin, (28/1) mengatakan,  pria yang disebut sebagai Danny Kogoya sudah ditangkap dan sekarang ada dalam penjara LP Abepura.

Dikatakan Wim, ia sudah konfirmasi kepada Danny Kogoya yang di pejara. “Dalam kepemimpinan TPN nama Daniel atau Danny Kogoya hanya dua orang, yaitu saya dan satunya komandan operasi di Mapenduma yang sudah meninggal, jadi selain itu tidak ada pimpinan OPM atau anggota yang bernama Daniel atau Danny di kubu TPN.OPM,”kata Danny seperti dikutip Wim. (GE/MS)

Kelompok Puron Wenda Klaim Serang Polsek Pirime

Written By Voice Of Baptist Papua on December 1, 2012 | 9:29 PM

Jayapura (30/11) Kelompok yang mengaku TNP/OPM Pimpinan Puron Okiman Wenda mengklaim pihaknyalah yang melakukan penyerangan dan pembakaran Polsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua yang menewaskan tiga orang polisi, Selasa (27/11) lalu.

Pasukan Purom Wenda (Photo list)
“Penyerang yang terjadi hari Selasa (27/11) di Distrik Pirime, itu dari TPN/OPM asli dibawah pimpinan Puron Okiman Wenda, panglima Tinggi OPM Papua Barat untuk wilayah Pegunungan Tengah. Jam 06.00 WIT kami kepung Distrik Pirime dan kami menembak anggota polisi yang ada di Polsek, termasuk Kapolsek. Jadi bukan dibakar. 
Tidak ada perlawanan karena kami langsung kepung. Ada yang masuk kebawah tempat tidur. Ada satu anggota yang sementara menaikkan bendera sekitar pukul 06.30 WIT yakni Jefri Rumkorem dan kami tembak juga,” kata orang yang mengaku Puron Okiman Wenda saat menghubungi tabloidjubi.com, Jumat (30/11).

Menurutnya, salah satu orang anggota yang ada di dalam kantor keluar lewat belakang, namun pihaknya berhasil menembak anggota itu. Sementara Kapolsek yang ada di dalam gedung tidak bisa keluar, lalu mencoba masuk ke bawah tempat tidur.

“Lalu kami tembak dia dengan senjata lob akhirnya dia tidak bisa diangkat.  Karena kami tidak bisa membawanya keluar kami bakar bersama kantor. Jadi peristiwa yang terjadi ini bukan kriminal tapi TPN/OPM yang menyerang dibawah pimpinan Puron Okiman Wenda,” jelasnya.

Dijelaskannya, ada berapa pimpinan lapangan termasuk pimpinan Lapago Kodap VII Pegunungan Tengah dan juga Rambo sebagai pelaksana.

“Kami serang dari pukul 07.00-08.00 WIT. Kami bakar kantor, setelah itu kami mundur dan pasukan gabungan dari Wamena sekitar pukul 02.30 WIT untuk mengambil mayat. Lalu ada infomasi yang mengatakan mereka membakar rumah masyarakat dan itu sudah melanggaran HAM. Penyerangan yang mereka lakukan itu tidak sesuai aturan. Harusnya militer melawan militer, itu baru bisa. Tapi mereka bakar beberapa rumah, kios dan menembak satu masyarakat dibagian kaki tapi tidak tewas langsung, setelah dua hari baru meninggal,” ucapnya.

Dirinya juga mengklaim pihaknya jugalah yang melakukan penyerangan terhadap rombongan Kapolda Papua, Rabu (29/11) lalu. “Ya itu kami yang bikin. Mereka menggunakan sekitar 22 mobil dan kami langsung menembak mobil pertama. Ada lima yang kami tembak. Salah satu pimpinan dan empat anggotanya tapi mereka sembunyikan hal itu. Jadi ini Puron Wenda langsung. Bukan OTK,” tutup orang yang mengaku Puron Okiman Wenda itu. (Jubi/Arjuna)

Penembakan Paniai Papua, Polisi Tahan Empat Warga

Written By Voice Of Baptist Papua on August 23, 2012 | 8:59 PM

Aparat Gabungan TNI/Polri mengejar TPN/OPM
Liputan6.com, Jayapura: Polres Paniai saat ini masih menahan empat warga sipil terkait kasus penembakan Brigadir Polisi Yohan Kadimatau, anggota Polri di Enarotali, Papua, Selasa (21/8).

Kapolres Paniai AKBP Anthon Diantje kepada Antara, Kamis (23/8), mengatakan pihaknya saat ini masih manahan dan terus memintai keterangan dari empat warga yang diduga mengetahui kasus tersebut.

"Penyidik masih terus berupaya untuk meminta keterangan dari keempat orang itu," kata AKBP Diantje seraya mengakui, pihaknya mengalami kesulitan karena mereka enggan memberitahukan apa yang mereka ketahui.

Menurut AKBP Diantje, dari keempat orang itu pada saat pengejaran lari kearah pelaku sehingga mereka melarikan diri dengan membawa senjata milik anggota yang tewas tertembak.

Keempat warga sipil yang masih ditahan antara lain Steven Degei, Matias Kouki, Alosius Degei, dan Melianus Degei.

Ketika ditanya tentang penganiayaan yang dilakukan anggota polisi terhadap warga sipil yang di tangkap, Kapolres Paniai menegaskan tidak ada penganiayaan yang dilakukan anggotanya. "Tidak benar ada penganiayaan yang dilakukan anggotanya terhadap warga sipil karena bila dalam pemeriksaan tidak terindikasi maka mereka dilepaskan," aku AKBP Diantje.

Kasus penembakan terhadap anggota Polres Paniai yang terjadi Selasa (21/8) itu selain menewaskan Brigadir Pol Yohan Kasimatau juga senjata milik korban jenis V2 juga diambil TPN/OPM.(MEL)

Answers of Dutch Min. of FA to questions about Paniai-Papua

Written By Voice Of Baptist Papua on December 25, 2011 | 4:23 AM

Merlu Belanda, Dr. Uri Roshental (Foto: Ist)
Answers of Dr. U. Rosenthal, Minister of Foreign Affairs to the questions of
Member of Parliament Kortenoeven (PVV-Party) concerning the escalating
violence
and brutal force of the Indonesian army against the local people of
West-Papua.

Question 1 
How do you judge the news items ‘Shootings, village burnings and helicopter
attacks continue across Paniai’ 1) and ‘Massive Indonesian offensive
displaces thousands in Paniai as helicopters attack and raze villages’ 2)?

Waktunya untuk mengubah keterlibatan Australia di Papua Barat ofensif

Written By Voice Of Baptist Papua on December 23, 2011 | 8:27 PM


Siaran Pers: ACT Untuk Perdamaian
Published  :West Papua Media
Undang-undang Untuk Perdamaian

Laporan yang muncul pekan ini bahwa helikopter dari mana 17 orang Papua Barat baru-baru ini ditembak adalah mereka dari sebuah perusahaan pertambangan milik Australia, Paniai Emas. Selanjutnya, ini Bahasa Indonesia yang sedang berlangsung melibatkan ofensif kontra-terorisme Detasemen Unit 88, yang telah dilatih oleh Australia.
Ini bangsa Indonesia bersama polisi-militer ecara  ofensif kabarnya juga membakar desa Toko, Badawo, Dogouto, Obayoweta, Dey, dan Wamanik, dengan 20.000 orang sekarang terlantar. Gambar dilaporkan di media Australia dan internasional menunjukkan lebih banyak pasukan yang dikerahkan ke Papua Barat.

LPS Mengutuk Pasukan Militer Dan Polisi Indonesia Untuk Serangan Barbar Pada Masyarakat Papua Barat


Oleh Prof Jose Maria Sison
Ketua Liga Internasional Perjuangan Rakyat

Kami, Liga Internasional Perjuangan Rakyat, mengutuk dalam terkuat istilah militer Indonesia dan pasukan polisi untuk barbar serangan terhadap rakyat Papua Barat, terutama di daerah besar Paniai sejak Desember 13.

Organisasi hak asasi manusia telah melaporkan bahwa sejumlah orang Papua Barat telah tewas dan terluka. Dua puluh tujuh desa telah diratakan dengan tanah. Lebih dari 20.000 orang terpaksa mengungsi lebih dari 130 desa dan rentan terhadap kelaparan dan penyakit. Serangan telah dilakukan oleh pasukan darat Indonesia dan oleh helikopter.
Terlibat dalam serangan batalyon tempur lebih dari empat Tentara Indonesia (TNI) dari Batalyon Kostrad 753 pasukan komando, Brimob paramiliter polisi, dan elit kontra-terorisme pasukan dari Detasemen
88 - semua unit dipersenjatai, dilatih, dan dipasok oleh Australia dan pemerintah AS.

Cries And Relief From the Battlefield Paniai west Papua

Written By Voice Of Baptist Papua on December 15, 2011 | 6:54 PM

Gen. Jhon Jogi
Paniai west papua- In 2011 this addition of the Colonial military forces from outside Papua, Indonesia Delivery of Jakarta Detachment 88 namely Coconut II, Brimob from Papua Police, and various units of the security sutuan kept at muster in Papua.
Colonial regime plans to spend Sby-Budiono Struggle Free Papua Movement (TPN-OPM) of our region and the entire national territory of West Papua, this is one form of regime of Indonesia's commitment to "eliminate" people of Papua, and seized property of indigenous Papuans in West Papua.
We never give up, we are working for Papuan independence, because we know under the Freedom is the right of all nations.
Suffering experienced by fighter-penjuang Papua (the bones) is only for "Free Papua"
Peraktek cruelty, violence, brutal assault, attack either by air, land, whatever form that is applied or carried by the system REGIME Indonesia (Sby-Budiono) with military-police force.
 We Indigenous people of Papua (OAP) and TPN-OPM in West Papua All Mainland was never afraid and trembling. To tell the truth of history that had been trampled on - walk on by Colonial Indonesia.

Penembakan, pembakaran dan serangan helikopter di desa terus berlanjut di Paniai

Laporan Khusus dan Update
oleh Nick Chesterfield di westpapuamedia.info

Situasi mengerikan dari teror dan intimidasi muncul dari warga desa dan pekerja HAM di distrik terpencil di Paniai Papua Barat semalam, sebagai sebuah serangan militer Indonesia besar-besaran terus tejadi terhadap   Tentara Nasional Pembebasan TPN/OPM (gerilyawan) .

Hak asasi manusia lokal dan sumber-sumber gereja melaporkan bahwa warga desa biasa menjadi sasaran yang signifikan pelanggaran HAM oleh gabungan polisi Indonesia dan kekuatan militer, dan menyerukan intervensi internasional segera di Papua Barat untuk menghentikan kekerasan.

Lebih dari empat batalyon tentara Indonesia (TNI) dengan kekuatan penuh  dari Batalyon Kostrad 753 pasukan komando, Brimob paramiliter polisi, dan elit kontra-terorisme pasukan dari Detasemen 88 - semua unit dipersenjatai, dilatih, dan dipasok oleh Pemerintah Australia -

Gereja di Papua Minta Aparat Ditarik dari Paniai

Written By Voice Of Baptist Papua on December 14, 2011 | 7:58 PM

Jayapura - Ketua Umum Persekutuan Gereja Baptis Papua, Socratez Sofyan Yoman, meminta polisi dan anggota TNI segera ditarik dari Paniai. Konflik Paniai telah menimbulkan jatuh korban dan dapat memicu kekerasan berkelanjutan.
"Gereja tidak akan sependapat bila polisi menyerbu gerombolan hingga timbul jatuh korban. “Itu tindakan biadab, melanggar HAM, aparat maunya apa. OPM juga umat Tuhan,”

“TNI dan Polisi harus segera ditarik. Tidak ada alasan aparat berada di Paniai dalam jumlah besar. Dulu Paniai tidak seperti ini, aman dan damai. Ketika ada aparat, barulah terjadi konflik,” kata Socratez Sofyan Yoman, Rabu malam, 14 Desember 2011.
Ia mengatakan gerakan Papua merdeka di Paniai bukan sesuatu yang baru. “Mengapa tidak dari dulu kelompok bersenjata tersebut didekati. Kenapa baru sekarang aparat melakukan pendekatan. Yang kami sesalkan adalah pendekatan itu malah lewat jalan kekerasan,” ujarnya.
Yoman memandang tindakan represif hanya akan membuka pintu bagi perang tak berkesudahan antara petugas keamanan dan kelompok sipil bersenjata. Ia meminta pemerintah dan polisi mengkaji kembali kebijakan menggunakan senjata dalam menghadapi gerakan Papua Merdeka. “Jikalau lebih banyak keuntungannya tak menggunakan senjata, dan lebih banyak kerugian lewat baku tembak, ya dihentikan saja.”

Puluhan Anggota OPM Tertembak

Written By Voice Of Baptist Papua on December 13, 2011 | 10:29 PM

Pasukan TNI/Polri - by,google
Jayapura - Puluhan anggota Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka Devisi II Makodam Pemka IV Paniai terluka dalam insiden baku tembak dengan pasukan brigade mobil Indonesia di Paniai, Selasa, 13 Desember 2011.

“Ada sekitar 20 yang terluka. Belum tahu berapa yang meninggal dan berapa yang luka. Besok saya akan ambil datanya dan kasih ke media,” kata Juru Bicara Organisasi Papua Merdeka Devisi II Makodam Pemka IV Paniai, Leo Yeimo, Selasa malam.

Sumber Published here:tempo.co/read/news/

Ia mengatakan, saat baku tembak terjadi, dia berada jauh dari lokasi. “Tapi polisi Indonesia tidak mendapat senjata kita. Kita mundur ke hutan. Belum tahu langkah apa yang akan diambil komandan Yogi. Kita masih menunggu,” ujarnya.

Pasukan Keamanan Tentara dan Polisi Serang , Markas OPM di Paniai


Pasukan TNI/POLRI
Theindonesiatoday.com - Pasukan keamanan terdiri dari Polisi Brigade Mobil (Brimob) dan tentara Indonesia dilaporkan telah menyerang tempat yang diduga sebagai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di daerah Paniai, dekat ke Timika Selasa (13 Desember).
Janus Siregar, kepala polisi Paniai, kata seorang petugas polisi, Supono, mendapat ditembak di kaki kanannya dalam operasi itu.

Pembakaran Rumah warga di paniai 
Leo Yeimo, juru bicara OPM Tentara Pembebasan Nasional (TPN), mengatakan 20 orang ditembak di tembakan. "Kami tidak tahu berapa banyak orang meninggal lagi," Leo dikutip oleh Koran Tempo pagi ini.
Leo mengatakan tidak semua dari mereka adalah anggota OPM. Beberapa warga sipil. Dia mengklaim bahwa pasukan keamanan membakar sekitar 50 rumah di daerah Euda.

Pejabat pemerintah Paniai mengungkapkan bahwa sekitar 500 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di Kagouto, Deiy, Badawo, dan desa Wamalik. Mereka telah pindah ke kabupaten Paniai Barat.

TNI membakar gereja-gereja dan Kampung-kampung di Puncak Jaya

Written By Voice Of Baptist Papua on December 3, 2011 | 7:15 PM

Pembakaran gereja/ilus
Mulia puncak jaya, Menurut sumber-sumber lokal yang dipercaya di Puncak Jaya, pasukan Indonesia diratakan sebuah desa sipil saat melakukan serangan besar-besaran terhadap gerilyawan Tentara Nasional Pembebasan Goliat Tabuni.

sumber lokal
kampong terjadi kontak senjata, telah mengklaim bahwa pada 15.30 waktu setempat pada tanggal 3 Desember, yang dua peleton dari brigade "Kelapa" dari Gegana anti-teroris polisi Brimob, membakar sebuah gereja (gereja baptis), rumah warga, dan rumah penjaga di desa Wandenggobak.

Gegana Brimob adalah
pasukan yang sangat di latih khusus dan anti-teroris unit yang menerima dana, mempersenjatai dan melatih oleh Pemerintah Australia, dan dilatih oleh Polisi Federal Australia di Australia-Indonesia bersama Pusat Kerja Sama Penegakan Hukum. Persenjataan standar yang digunakan oleh Gegana termasuk senapan AusSteyr, diproduksi oleh Industri Pertahanan Australia. Hal ini tidak diketahui apakah penyembur api yang digunakan untuk membakar gereja berada di antara yang disediakan oleh Australia.

Twitt VBPapua

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SBP-News @VBaptistPapua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger