SUARA BAPTIS PAPUA

Dukung Aksi Perdamaian Atas Kekerasan di Papua Barat.
Jika Anda Peduli atas kemanusiaan Kaum tertindas di Papua barat Mohon Suport di sini:

Please donate to the Free West Papua Campaign U.K.
Kontribusi anda akan kami melihat ada perubahan terhadap cita-cita rakyat papua barat demi kebebasan dan kemerdekaannya.
Peace ( by Voice of Baptist Papua)

Apa Solusi Atas Konflik Papua?

Scoop Voice Baptist

About Me

My Photo
Papua, Papua barat/Indonesia, Indonesia
Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua tidak akan pernah memilih diam ketika umat ditintas dan akan terus bersuara sampai keadilan benar-benar terjadi di tanah papua

Voice of Baptist Papua

Asian Human Rights Commission

Welcome to Suara Baptis Papua Online

SB - PAPUA-News

© Copyright 2011 suara baptis papua. Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label Operasi. Show all posts
Showing posts with label Operasi. Show all posts

13 Orang Tewas Di Tembak Mati Oleh Aparat Gabungan TNI/POLRI di Wamena Papua

Written By Voice Of Baptist Papua on June 6, 2012 | 9:27 PM

Kekhawatiran dan Situasi Darurat meningkat di Papua Barat setelah terjadi kekerasan TNI/Polri menyebabkan 13 orang tewas dalam (24jam)  dua puluh empat jam terakhir.

Salah Pelajar Tangisi atas kebakaran rumahnya
Jayapura VB,--Kekerasan kembali pecah setelah dua personil TNI batalyon wamena yang mengendarai sepeda motor menabrak hingga tewas seorang anak laki-laki.

Para keluarga tidak menerima anaknya mereka di tabrak, penduduk menyerang  kedua personil TNI tersebut diantaranya telah tewas dan satunya di rawat RS wamena.

Sebagai balas dendam Aparat gabungan TNI/Polri brutal dan tak terkendalikan , sementara polisi dilaporkan memukul dan menembaki sejumlah orang, sementara data korban yang di himpun sejumlah 13 orang tewas tertembak seketika dalam insiden itu 06/06 pukul 07 malam.

Sampai dengan 500 rumah diduga telah dibakar oleh tentara dengan semua barang dan hartanya di bumi hanguskan di kutip radia newzeland.
Hak asasi manusia lokal sumber mengatakan peluru tajam yang ditembakkan tanpa pandang bulu dan bahwa puluhan orang telah dipukuli dan ditembak oleh tentara.

Sampai berita ini di turunkan, belum bisa di konfirmasi dan verifikasi karena situasi riil sangat urgen dan tertutut bagi rakyat dan jurnalis serta pekerja kemanusiaan.

Ahli masalah Papua, Greg Poulgrain kepada Connect Asia Radio Australia mengatakan bahwa situasi terkini di Papua perlu mendapat perhatian serius.

Situasi papua saat ini sangat darurat, para aparat tidak di kontrol oleh pekerja kemanusiaan karena aparat sangat brutal dan banya penangkapan dan penembakan tanpa bulu, perlu ada advokasi khusus dan intevensi internasional atas situasi saat ini.

Letters can be sent to: Susilo Bambang Yudhoyono, President of Indonesia, Jl. Veteran No. 16, Jakarta Pusat, Indonesia or faxed to +62 21 3442223
Berita Terkait:
Photos News from Wamena : West Papua - Indonesian Military launch mass offensive and burning the villages 




























TPN-OPM letter in Paniai: We Will Not Give Up

Written By Voice Of Baptist Papua on January 7, 2012 | 5:38 AM

Gen Jhon Yogi  bersama pasukan (foto jubi)
Jubi --- Leader of TPN OPM IV Division II Makodam Pemka Paniai, General John Magai Yogi declared, would not retreat one step in the operation serve military-police joint forces that began last August 2011. It is committed, its predecessors pioneered the struggle continues to achieve the expectations of the West Papuans. The statement as stated in the letter issued from the middle of the jungle.

"We TPN throughout Papua OPM will never give up and will continue to fight the Indonesian authorities to the death," he wrote in a letter dated January 5, 2012. "We only hold Ukaa Mapega (bow and arrow, Ed.), But we rely on God, we are ready to face Brimob Police Headquarters and Detachment 88 as Indonesia's elite troops, equipped with modern weapons and today they still control Paniai area, "he added.

Satu orang ditembak Mati oleh TNI/POLRI

Written By Voice Of Baptist Papua on January 6, 2012 | 9:42 PM

TNI dan OPM (foto ilst SBP)
Dalam Kontak Senjata TNI-OPM di Puncak Jaya Papua

Puncak Jaya SBP—Aksi penembakan dan baku tembak antar gabungan TNI/POLRI dan OPM terus berlanjut di kabupaten puncak jaya – papua, tepatnya di lokasi Kumipaga sekitar 3 km dari kota mulia puncak jaya , Yang diterima laporan oleh baptis huma rights yang di knformasi melalui suara baptis papua jumat 06/12 waktu setempat.

 Dalam aksi baku tembak itu   seorang anggota OPM tewas tertembak. Satu pucuk senjata api laras panjang jenis SS1 V1 call 5,56 dengan nomor seri AG A.095370 serta amunisi sebanyak 75 butir berhasil disita.

Venetina Kogoya: Hentikan Penambahan Pasukan ke Paniai

Written By Voice Of Baptist Papua on January 3, 2012 | 6:38 PM

Anggota MRP Penetina Kogoya (foto Jubi)
JUBI --- Adanya laporan dari masyarakat jika hingga saat ini penambahan pasukan keamanan masih terus dilakukan ke Paniai mendapat rsepon dari Majelis Rakyat Papua (MRP). Wakil Ketua I MRP Pokja Agama, Venetina Kogoya mengatakan, Informasih terakhir yang  diterima pihaknya menyebutkan bahwa ada penambahan pasukan lagi ke Panian dan masyarakat terus mengungsi.

“Dari informasi yang disampaikan masyarakat kepada kami, katanya ada dua kampung yang sudah mengungsi. Tapi kami masih tetap

Answers of Dutch Min. of FA to questions about Paniai-Papua

Written By Voice Of Baptist Papua on December 25, 2011 | 4:23 AM

Merlu Belanda, Dr. Uri Roshental (Foto: Ist)
Answers of Dr. U. Rosenthal, Minister of Foreign Affairs to the questions of
Member of Parliament Kortenoeven (PVV-Party) concerning the escalating
violence
and brutal force of the Indonesian army against the local people of
West-Papua.

Question 1 
How do you judge the news items ‘Shootings, village burnings and helicopter
attacks continue across Paniai’ 1) and ‘Massive Indonesian offensive
displaces thousands in Paniai as helicopters attack and raze villages’ 2)?

Papua Barat: Respon Balik Untuk Pemerintah Selandia Baru untuk Papua Barat

Written By Voice Of Baptist Papua on December 17, 2011 | 12:23 AM


 Laporan dari Indonesia menguasai Papua Barat menunjukkan bahwa ribuan penduduk desa di Paniai sedang mengalami pengepungan militer yang melibatkan penghancuran menghebohkan dan kekerasan. Rumah telah dibakar dan dihancurkan desa-desa, sementara helikopter dikatakan menembaki desa-desa. Ada laporan kematian, evakuasi paksa dan pemindahan ribuan orang.
 "Kami tidak dapat mengkonfirmasi semua laporan karena daerah tersebut tertutup bagi wartawan dan pekerja kemanusiaan. Tapi ada indikasi kuat bahwa kekerasan terhadap rakyat Papua Barat meningkat drastis.

Thousands of military deployed in Papua

Written By Voice Of Baptist Papua on August 13, 2011 | 12:35 AM

JAKARTA-The government is asked to evaluate the number of troops in Papua, which is now estimated at 14,842 soldiers. The numbers tend to increase from year to year is feared would encourage happen martial law in 2024 in Papua.

Program Director Imparsial Al Araf is also one of the researchers in Papua Securitization book explains, it is difficult to know the exact data the number of troops in Papua. However, based on the estimated results of his research says there are about 14,842 soldiers.

They consist of 13,000 soldiers of the Army, 1272 members of the Navy, Air Force and 570 soldiers. Using the analogy of a separatist compared with 10 soldiers, continued Al Araf, the conditions there are now about 1,400 separatists in Papua.

INDONESIA: Pembunuhan dua orang asli Papua selama operasi sweeping

Written By Voice Of Baptist Papua on December 3, 2010 | 10:40 PM

Menurut laporan yang diterima dari para aktivis lokal, dua warga desa tewas di Bolakme, Papua, Indonesia selama operasi sweeping oleh aparat keamanan pada tanggal 1 Desember 2010.


KASUS NARASI: Sumber

null

aktivis lokal melaporkan bahwa 10:00-17:00 pada tanggal 1 Desember 2010 di sub-distrik Bolakme Jayawijaya di Papua, Indonesia, militer Indonesia (TNI) (Kodim 1702) dan polisi (Jayawijaya Kepolisian Resort) melakukan operasi sweeping bersama terkait dugaan kegiatan separatis. Dua orang Papua asli, Asli Wenda dan Elius Tabuni ditembak mati selama operasi di 01:00.

Tidak ada pemeriksaan lebih lanjut pasca belum dilakukan karena tidak ada fasilitas untuk autopsi di daerah tersebut. Kerabat atau pendukung korban harus perjalanan dan mentransfer tubuh ke dokter terdekat sendiri, yang mana tidak aman sulit diberikan jarak ke rumah sakit dan kegiatan yang agresif oleh pasukan keamanan.

Bolakme adalah sebuah kota kecil di wilayah dataran tinggi Papua, yang sangat militer dan menderita dari iklim menindas karena situasi keamanan yang tegang.

Lihat lebih banyak gambar: foto 1, foto 2

INFORMASI TAMBAHAN:

AHRC telah mendokumentasikan sejumlah kasus seperti pelanggaran hak asasi manusia yang mengarah ke pola endemik dan penangkapan sewenang-wenang mungkin sistematis, penyiksaan dan pembunuhan sebagai bagian dari operasi militer terhadap gerakan separatis. Karena operasi oleh militer serta polisi, anggota tidak bersalah banyak masyarakat adat yang dirampas hak-hak mereka dan kebebasan sebagai warga negara Indonesia.

AHRC telah menerima laporan yang dapat dipercaya tentang pelanggaran hak yang diduga dilakukan oleh militer selama "sweeping" operasi oleh militer di dataran tinggi Papua Barat, yang meliputi pembakaran rumah-rumah, membunuh ternak, penangkapan dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya. Karena Indonesia tidak mengizinkan wartawan asing atau kelompok hak asasi manusia ke daerah, sedikit yang diketahui tentang luasnya masalah, meskipun laporan semakin membuat jalan keluar daerah.

AHRC mengingatkan bahwa militer ditempatkan di luar jangkauan pengadilan sipil, berdasarkan hukum militer Indonesia. Diskusi tentang undang-undang untuk memungkinkan tentara yang melakukan kejahatan terhadap warga sipil untuk dibawa sebelum pengadilan sipil dilaporkan telah dihentikan tanpa hasil dan tidak lagi terdaftar untuk didiskusikan oleh parlemen negara itu.

DISARANKAN AKSI:

Silakan kirim surat kepada pihak berwenang di bawah ini menyerukan penyelidikan independen dan imparsial dalam kasus, penuntutan efektif dari pelaku dan investigasi atas segala bentuk intimidasi dari masyarakat adat. Jakarta harus menanggapi panggilan untuk dialog asli dengan masyarakat adat.

AHRC juga menulis surat terpisah kepada Pelapor Khusus PBB tentang ekstrajudisial, atau sewenang-wenang dan Pelapor Khusus PBB tentang situasi hak asasi manusia dan kebebasan dasar masyarakat adat serta Ahli Independen PBB tentang isu-isu minoritas.

CONTOH SURAT:

Dear __________,

INDONESIA: Pembunuhan dua orang asli Papua selama operasi sweeping

Nama korban: Asli Wenda, Elius Tabuni
Tanggal kejadian: 1 Desember 2010
Tempat kejadian: Bolakme, Jayawijaya, Papua, Indonesia
Dugaan pelaku: militer Indonesia (TNI) (Kodim 1702) dan polisi (Jayawijaya Kepolisian Resort)

The Asian Human Rights Commission (AHRC) adalah menulis untuk menyuarakan keprihatinan mendalam mengenai kematian Asli Wenda dan Elius Tabuni, warga desa asli Papua di Distrik Bolakme Jayawijaya di Papua Barat.

Antara 10:00 dan 17:00 pada tanggal 1 Desember 2010 di Kecamatan Bolakme-Jayawijaya di Papua, Indonesia, militer Indonesia (TNI) dan polisi melakukan operasi sweeping bersama terkait dengan dugaan kegiatan separatis. Dua orang Papua asli, Asli Wenda dan Elius Tabuni ditembak mati selama operasi di 01:00.

Tidak ada pemeriksaan lebih lanjut pasca belum dilakukan karena tidak ada fasilitas untuk autopsi di daerah dan kerabat para korban tidak memiliki sarana untuk melakukan perjalanan ke dokter terdekat untuk menyerahkan tubuh.

Kami meminta Anda untuk menjamin penyelidikan yang menyeluruh dan imparsial dalam pembunuhan Asli Wenda dan Tabuni Elius dan bahwa pelaku akan dituntut dan bertanggung jawab sesuai dengan sifat pelanggaran serius dari hak asasi manusia.Kami menyerukan kepada Anda untuk memfasilitasi otopsi langsung dari tubuh korban.

Provinsi Papua harus demiliterisasi dan dialog politik yang diprakarsai antara Jakarta dan Masyarakat adat untuk menjamin keamanan.

Kita harus menunjukkan bahwa tindakan yang terkuat harus dilakukan sesuai dengan hukum untuk memastikan bahwa penggunaan kekerasan terhadap siapa pun 'dicurigai' tindakan anti pemerintah akan dihentikan.

Kami mendorong Anda untuk bertindak cepat dalam kasus ini.

Hormat saya,

----------------

HARAP KIRIM SURAT ANDA KE:

1. AKBP I Gede Sumerta, SIK

Kepala Polisi Kabupaten Jaya Wijaya

(Kepala Kepolisian Resort Jaya Wijaya)

Jl. Sapri Darwin Nomor 1

Jaya Wijaya Provinsi, Papua

INDONESIA

Tel: +62 969 3268

Fax: +62 969 31075

2. Jenderal Polisi Timur Pradopo

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia

Jl. Trunojoyo No.3

INDONESIA

3. Drs. Bekto. Suprapto. M. Si

Kepala Kepolisian Daerah Mabes Jayapura, Provinsi Papua

Jl. Samratulangi No 8 Jayapura

INDONESIA

Tel: + 62 0967 5310 14

Fax: +62 0967 533763

4. R. Widyopramono SH, M. Hum

Jaksa

Kejaksaan Tinggi Papua

Jl. Anggrek No.6 Tj. Ria Jayapura

INDONESIA

5. Drs. Petrus Waine

Direktur Unit Pidana

Polda Papua

Jl. Samratulangi

Nomor 8 Jayapura

INDONESIA

6. Bapak Susilo Bambang Yudoyono

Presiden

Republik Indonesia

Presidential Palace

Jl. Medan Merdeka Utara

Jakarta Pusat 10010

INDONESIA

Fax: + 62 21 231 41 38, 345 2685, 345 7782

Terima kasih.

Banding Program Mendesak

Asian Human Rights Commission (ua@ahrc.asia)

Indonesia Desk (indonesia@ahrc.asia)

Twitt VBPapua

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SBP-News @VBaptistPapua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger