Apa Solusi Atas Konflik Papua?
Scoop Voice Baptist
About Me
- Voice Of Baptist Papua
- Papua, Papua barat/Indonesia, Indonesia
- Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua tidak akan pernah memilih diam ketika umat ditintas dan akan terus bersuara sampai keadilan benar-benar terjadi di tanah papua
Voice of Baptist Papua
Asian Human Rights Commission
Welcome to Suara Baptis Papua Online
SB - PAPUA-News
Latest Post
Papua dan 10 Tahun Setelah Ondofolo Dortheys Hiyo Eluay Dibunuh
Written By Voice Of Baptist Papua on January 1, 2012 | 2:38 PM
Kepada SBY Pimpinan Gereja Rekomendasikan Hak Menentukan Nasib Sendiri
Written By Voice Of Baptist Papua on December 22, 2011 | 4:16 PM
![]() |
| Pdt. Socrates Sofyan Yoman, MA (Foto: Ist) |
Gereja-Gereja Universal dalam solidaritasnya dengan Gereja-Gereja dan suara umat Tuhan di Tanah Papua telah merekomendasikan hak untuk menentukan nasib sendiri (The Right for Self Determination) rakyat Papua kepada Presiden SBY.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua, Pdt. Socrates Sofyan Yoman, MA, saat menggelar konfrensi pers siang tadi, Kamis (22/12) di Kantor Sinode KIGMI, Jayapura, Papua.
Menurut Yoman, wajah Indonesia di tanah Papua adalah pembantaian, pembunuhan, pemerkosaan, operasi militer, diskriminasi, dan berbagai stigma negative lainnya.
Indonesia military, inhumane to the people of Papua
Written By Voice Of Baptist Papua on December 16, 2011 | 6:22 AM
![]() |
| Indonesia army |
Chairman of the Office for Justice and Peace (SKP) Diocese of Timika, Papua, on Thursday (15/12). Situation, has created discomfort for the life of the Papuans, even peace between fellow citizens in Papua.
According to Saul, the discomfort was deliberately created.
"The Papuans for action, there must be no military action," added Erry Nabire Degei in Papua. He put, obvious examples are still apparent in December 2011.
Rights group write to NZ minister for action on West Papua
Sharp tensions in Indonesian Papua following failure of “peace conference”
Written By Voice Of Baptist Papua on September 10, 2011 | 7:43 PM
By John Roberts
Etan: September 2011 West Papua Report is out
Written By Voice Of Baptist Papua on September 6, 2011 | 6:44 PM
Papua Banjir Mata-Mata Mengawasi gerakan Sipil
Written By Voice Of Baptist Papua on September 2, 2011 | 7:27 AM
| ilustrasi |
Papua adalah satu-satunya propinsi di Indonesia di mana gerakan separatisme masih aktif. Tentara dan polisi dalam jumlah besar diturunkan di pulau Cendrawasih itu.
Indonesian Military Documents Reveal Unlawful Spying in Papua
Written By Voice Of Baptist Papua on August 23, 2011 | 6:32 PM
The military documents, approximately 500 pages, dated 2006 to 2009, include detailed reports of military surveillance of civilians and provide military perspectives on social and political issues in the area. Most are fromIndonesia’s Special Forces (Komando Pasukan Khusus, or Kopassus) and the Cenderawasih military command in Jayapura, the provincial capital. They range from internal briefings, presentations, teaching tools, and intelligence products such as daily and quarterly Kopassus reports, to a paper on the status of Papua under international law. A separate document that came to light recently describes a surveillance operation in 2011, indicating that such surveillance continues.
“The Kopassus documents show the deep military paranoia in Papua that conflates peaceful political expression with criminal activity,” said Elaine Pearson, deputy Asia director at Human Rights Watch. “It’s outrageous in a modern democratic country like Indonesia that activists, clergy, students, and politicians are the targets of military surveillance.”
More>>Indonesian Military Documents Reveal Unlawful Spying in Papua — EngageMedia
Usman Hamid Tantang Pemerintah Buktikan Pelaku Kekerasan di Papua
Written By Voice Of Baptist Papua on August 21, 2011 | 9:02 PM
"Kita menantang pemerintah untuk menjawab siapa yang terlibat kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua, apakah itu OPM atau OPM buatan?" tegas Usman di kantor Kongres Waligereja Indonesia (KWI) Jl Cikini II, Jakarta Pusata, Minggu (21/8).
Hadir dalam kesempatan itu perwakilan dari PGI Jeirry Sumampow dan Romo Benny Susetyo.
Mantan Koodinator KontraS itu menyebutkan dari data-data yang didapatkannya mengenai hasil dari Peradilan Militer, pelanggaran HAM terbukti dilakukan oleh anggota TNI.
Supporting Accountability, Not Separatism in Indonesia
Tokoh Gereja Kecam Bocornya Dokumen Kopassus
Written By Voice Of Baptist Papua on August 15, 2011 | 7:47 PM
| S. Sofyan Yoman/by,google |
Ia mengatakan, laporan tersebut memberikan gambaran bahwa pekerjaan Kopassus hanya membuang-buang tenaga. “Mereka mau apa dari laporan itu?itu pekerjaan tidak masuk akal. Jangan ditulis dan hanya melaporkan, kami itu tidak salah,” katanya.
Abuses in West Papua put peace effort at risk
Written By Voice Of Baptist Papua on August 14, 2011 | 11:33 AM
![]() |
| West Papuans during a pro-independence rally last week. Photo: AFP |
Agitation for a new peace accord with West Papua comes as further evidence emerged of the relative impunity of soldiers in the region, where there have been many documented human rights abuses. Last week, three soldiers who murdered and decapitated a priest, Rev Kindeman Gire, were given sentences of between six and 15 months for ''insubordination''.
Responding to revelations in The Age of the extensive spy network operated in West Papua by the elite Kopassus (Special Forces Command) unit that targets civilians, politicians, clergy and even foreign tourists, Human Rights Watch said the surveillance violated freedom of expression and assembly.More>>theage.com.au/Abuses in West Papua put peace effort at risk
Papuans remain under Indonesia's menacing grip, reports Tom Allard from Jakarta.
Written By Voice Of Baptist Papua on August 12, 2011 | 8:27 AM
But, as the group of some 180 visitors toured the facility and enjoyed the performance, they were being watched. In the shadows was an informant for Indonesia's elite special forces unit, Kopassus.
World View - West Papua - When Will The Brutality End?
Written By Voice Of Baptist Papua on February 1, 2011 | 8:34 AM
over a quarter of a century by the Indonesian military and their special forces Kopassus has been covered over many years thru World view on ABC South east radio.
Kontras: Pelaku Tak Cukup Diadili di Peradilan Militer
Written By Voice Of Baptist Papua on January 1, 2011 | 11:12 PM
Haris Azhar. ANTARA/Fanny Octavianus
HRW desak RI selidiki kasus dugaan penyiksaan di Papua
Written By Voice Of Baptist Papua on November 21, 2010 | 8:32 PM
Oleh: Anugerah Perkasa
SUMBER
Deputi Direktur Divisi Asia HRW Phil Robertson mengatakan dalam kesaksian Kiwo diceritakan secara detil penyiksaan yang dilakukan oleh aparat keamanan selama 3 hari yakni 30 Mei-2 Juni 2010. Padahal, pemerintah sebelumnya berjanji akan melakukan penyelidikan, namun justru mengklaim tak dapat mengidentifikasi para pelaku.
"Sekali lagi, pemerintah justru tak melakukan sesuatu, daripada memenuhi kewajibannya untuk secara prokatif mengidentifikasi dan menuntut para prajurit yang bertanggung jawab," ujar Phil dalam siaran persnya hari ini. "Kiwo sepantasnya mendapatkan perlindungan dari aksi pembalasan, bukan investigasi setengah hati."
Indonesia adalah pihak yang ikut dalam United Nations Convention Against Torture, yang memiliki kewajiban untuk menginvestigasi dan menuntut semua insiden penyiksaan. Selain itu, pemerintah juga harus memastikan korban dan saksi terlindungi dari intimidasi karena memberikan bukti.
Video Kiwo dan Gire sebenarnya direkam pada Mei lalu, namun dimunculkan di situs Youtube pada Oktober. Tayangan berdurasi 10 menit itu memperlihatkan penyiksaan tentara yang menendang muka kedua petani tersebut, menyundutnya dengan rokok, membakar penis hingga mendekatkan pisau ke leher. Kiwo akhirnya berhasil lolos pada 2 Juni lalu, sedangkan Gire dibebaskan karena permohonan keluarga.
Kesaksian Kiwo direkam melalui video oleh situs Engage Media, sebuah media independen yang menggunakan video, internet dan teknologi informasi lainnya untuk melakukan perubahan sosial dan lingkungan.
Kesaksian Kiwo menyatakan dirinya beserta Gire awalnya dipanggil oleh sejumlah aparat TNI di Pos Kwanggek Nalime, Kampung Yogorini saat ingin bepergian dari Tingginambut ke Mulia, ibukota Puncak Jaya. Sebelum penyiksaan terjadi, keduanya juga sempat ditanya soal kartu identitas.
"Saya dan Telengga Gire diikat dengan tali dan diseret ke belakang pos dengan menarik ujung tali dibalik ke belakang saya dari arah kiri pos ke belakang, lalu langsung pertama-tama ditampeleng keras pada telinga kiri dan dan telinga kanan ditarik ... didorong ... dibanting ke tanah," kata dia seperti dikutip dalam situs Engage Media. "Habis itu kedua kaki kami diikat dengan kawat berduri. Lalu ditarik ujung tali yang sudah terikat pada tangan kami dan diseret-seret dari arah Sungai Nagarak."
HRW juga mencatat terdapat kesalahpahaman sejumlah reporter nasional dan internasional, serta pejabat yang menanggapi dugaan penyiksaan terhadap kasus Kiwo dan Gire. Pada 5 November lalu, pengadilan militer di Jayapura mengadili sejumlah pejabat militer terkait dengan dugaan penyiksaan, namun dalam hal ini bukanlah terkait dengan kasus Kiwo dan Gire.
Tiga prajurit TNI dari Satgas Pam Rahwan Yonif 753/Arga Vira Tama yang bermarkas di Nabire, Praka Sahminan Husain Lubis, Prada Joko Sulistiono, dan Prada Dwi Purwanto akhirnya dihukum 5 bulan penjara dan 7 bulan penjara untuk komandan mereka, Letda Cosmos N. Mereka terbukti melakukan penganiayaan warga Puncak Jaya yang direkam pada pertengahan Maret lalu oleh Prada Ishak. Video itu memuat tayangan yang berbeda dengan video Kiwo dan Gire. (msw)
Menyeimbangkan bertindak untuk Obama PADA sales keamanan Indonesia
Written By Voice Of Baptist Papua on November 9, 2010 | 7:44 PM
Oleh Olivia Rondonuwu
JAKARTA | Thu November 9, 2010 11:45 EST
(Reuters) - Amerika Serikat dan Indonesia memiliki kepentingan keamanan BANYAK Bersama, TAPI Presiden AS Barack Obama menghadapi batu sandungan Very ketika membahas lebih Militer Dekat sales selama kunjungannya Minggu ini - hak asasi Manusia.SUMBER
Militer Indonesia, dan khususnya Yang Kopassus Pasukan Khusus, memiliki hak Catatan KESAWAN kepalang Kampanye Terakhir Melawan kaum separatis di Timor Timur, Papua Barat dan Aceh. Sebuah video Baru Yang menunjukkan penyiksaan terhadap Orang-Orang Papua telah Masalah membawa Suami Dilaporkan di Bawah SOROTAN sebagai kunjungan obama Indonesia.
Kedua Negara memiliki sales keamanan Yang Berjalan Sudah lama. 88 unit Detasemen's Indonesia anti-teroris, Yang Bali dibentuk lahir years Penghasilan kena pajak tahun 2002, didanai, dilatih dan dilengkapi Dibuat amerika Serikat dan Australia, dan telah mencetak keberhasilan mengesankan.
Ancaman Militan di Indonesia Sudah Sangat berkurang dekade Terakhir KESAWAN. Grup kepada Yang Setia al Qaeda telah tersebar dan pemimpin kunci BANYAK telah dibunuh Dibuat Dari Pasukan Detasemen 88. Obama perlu untuk memastikan bahwa Kerjasama erat Yang Terus memerangi militansi terbesarnya di Negara muslim di Dunia.
Jakarta Juga, Ingin menggalang keamanan, sebagian untuk bertindak sebagai Melawan Cina Benteng semakin Yang telah hawkish melenturkan muscle KESAWAN Wilayah sengketa di Laut Cina Selatan Artikel Baru beberapa Negara Asia Tenggara tetangga Indonesia.
"Saya rasa * Semua presiden di AS Harus mengambil Indonesia sebagai Teman Baik," ujar Analis keamanan Bahasa Indonesia Noor Huda Ismail, wakil presiden Sekurindo Global Consulting.
"Mereka regular tidak Punya pilihan selain berteman Artikel Baru Kita KARENA Kita akan Benteng mereka di Wilayah tersebut, untuk mengandung Cina."
tindakan penyeimbangan Obama adalah untuk membina dan memperdalam Kerjasama Tanpa keamanan muncul untuk memaafkan pelanggaran hak asasi Manusia Indonesia Dibuat Militer dan Polisi.
Bahasa Indonesia counterpart Susilo Bambang Yudhoyono-Nya Juga memiliki tindakan penyeimbangan untuk melakukan. Cina adalah Kekuatan Yang dominan di Asia, KESAWAN hal Ekonomi Serta Militer. KESAWAN kerja jangka pendek samanya Artikel Baru Washington, Yudhoyono Harus berusaha untuk menghindari Beijing berlawanan.
VIDEO PENYIKSAAN mempersulit Ties
PADA bulan Juli, Menteri Pertahanan Robert Gates KESAWAN kunjungannya mengumumkan bahwa Washington berakhir larangan sales Artikel Baru Kopassus. Dia mengatakan Langkah-Langkah diikuti Suami Dibuat Indonesia untuk dihukum menghilangkan pelanggar hak asasi Manusia Dari Jajaran Pasukan Khusus.
Tetapi Organisasi hak asasi Manusia bereaksi Artikel Baru kemarahan, mengatakan Kopassus Pelabuhan Masih petugas bersalah tetap Permanent kejahatan terhadap kemanusiaan. Dan bocornya video penyiksaan Yang menunjukkan Orang Papua, Tempat Aksi separatis tingkat rendah telah years direbus selama puluhan, Masalah telah Membuat bahkan lebih sensitif.
Suami video menunjukkan doa laki-laki Papua sedang diinterogasi dan disiksa. Mereka dipukuli dan ditendang. Satu diadakan untuk Orang memiliki tenggorokannya pena?, tongkat dan lain telah diadakan untuk membakar alat kelaminnya.
Data video - Artikel Baru Yang tampaknya telah difilmkan ponsel salah Satu interogator - Tanggal ITU PADA diambil 30 Mei years. Suami menunjukkan regular tidak jelas APA unit Pasukan keamanan Indonesia terlibat.
"AS tampaknya Sangat Berhati-hati PADA Kerjasama Militer Artikel Baru Indonesia, dan salah Satu Masalah Utama adalah Papua," kata Andi Widjajanto, Analis keamanan di Universitas Indonesia.





